Jumat, 12 Oktober 2012

Rangkaian Register

RANGKAIAN REGISTER
Register adalah rangkaian logika yang digunakan untuk menyimpan data. Dengan kata lain, register adalah rangkaian yang tersusun dari satu atau beberapa flipflop yang digabungkan menjadi satu.
Flipflop disebut juga sebagai register 1 bit. Jadi untuk menyimpan 4 bit data, register harus terdiri dari 4 buah flipflop.  Untuk menyimpan data pada register, dapat dilakukan dengan dua cara :
1. Disimpan secara sejajar (Parallel In) :
Pada cara ini semua bagian register atau masingmasing flipflop diisi (dipicu) pada saat yang bersamaan.
2. Disimpan secara seri (Serial In) :
Pada cara ini, data dimasukkan bit demi bit mulai dari flipflop yang paling ujung (dapat dari kiri atau dari kanan), dan digeser sampai semuanya terisi. Bila data digeser dari kanan kekiri disebut “Register geser kiri” (Shift Left Register), sebaliknya bila data digeser dari kiri kekanan disebut “Register geser kanan” (Shift Right Register).

Seperti pada penyimpanan data, untuk mengeluarkan data juga dapat dilakukan dengan dua cara :
1.Dikeluarkan secara sejajar (Parallel Out)
2.Dikeluarkan secara seri (Serial Out)

Ada 3 Macam jenis shift register counter :
a. Ring Counter
b. Twisted Ring Counter (Switch-tail Ring  Counter /Johnson/Moebuis Counter )
c. Maximum Length Shift Counter
Penentuan kode biner untuk Ring Counter  dan Twisted Ring Counter adalah tetap.




Kamis, 11 Oktober 2012

Rangkaian Half Adder

HALF ADDER
Merupakan rangkaian elektronik yang bekerja melakukan perhitungan penjumlahan dari dua buah bilangan binary, yang masing-masing terdiri dari satu bit. Rangkaian ini memiliki dua input dan dua buah output, salah satu outputnya dipakai sebagai tempat nilai pindahan dan yang lain sebagai hasil dari penjumlahan.

Rangkaian ini bisa dibangun dengan menggunakan IC 7400 dan IC 7408. Seperti yang terlihat pada gambar dibawah ini, rangkaian half adder merupakan gabungan beberapa gerbang NAND dan satu gerbang AND. Karakter utama sebuah gerbang NAND adalah bahwa ia membalikkan hasil dari sebuah gerbang AND yang karakternya hanya akan menghasilkan nilai satu ketika kedua inputnya bernilai satu, jadi gerbang NAND hanya akan menghasilkan nilai nol ketika semua inputnya bernilai satu.

Ketika salah satu atau lebih input bernilai nol maka keluaran pada gerbang NAND pertama akan bernilai satu. Karenanya kemudian input di gerbang kedua dan ketiga akan bernilai satu dan mendapat input lain yang salah satunya bernilai nol sehingga PASTI gerbang NAND yang masukannya nol tadi menghasilkan nilai satu. Sedangkan gerbang lain akan benilai nol karena mendapat input satu dan satu maka keluaran di gerbang NAND terakhir akan bernilai satu, karena salah satu inputnya bernilai nol.

Untuk menghitung carry digunakan sebuah gerbang AND yang karakter utamanya adalah bahwa iahanya akan menghasilkan nilai satu ketika kedua masukannya bernilai satu. Jadi carry satu hanya akan dihasilkan dari penjumlahan dua digit bilangan biner sama-sama bernilai satu, yang dalam penjumlahan utamanya akan menghasilkan nilai nol.

Half Adder adalah suatu rangkaian penjumlahan sistem bilangan biner yang paling sederhana. Rangkaian ini hanya dapat digunakan untuk operasi penjumlahan data bilangan biner sampai 1bit saja. Rangkaian Half Adder memiliki 2 terminal input untuk 2 variabel bilangan biner clan 2 terminal output, yaitu SUMMARY OUT (SUM) dan CARRY OUT (CARRY).

Rabu, 10 Oktober 2012

Rangkaian Counter

RANGKAIAN COUNTER
Counter adalah sebuah rangkaian sekuensial yang mengeluarkan urutan state-state tertentu,yang merupakan aplikasi dari pulsa-pulsa inputnya. Pulsa input dapat berupa pulsa clock atau pulsa yang dibangkitkan oleh sumber eksternal dan muncul pada interval waktu tertentu. Counter banyak digunakan pada peralatan yang berhubungan dengan teknologi digital, biasanya untuk menghitung jumlah kemunculan sebuah kejadian/event atau untuk menghitung pembangkit waktu. Counter yang mengeluarkan urutan biner dinamakan Biner Counter. Sebuah n-bit binary counter terdiri dari n buah flip-flop, dapat menghitung dari 0 sampai 2n -1.
Counter merupakan rangkaian logika pengurut, karena counter membutuhkan karakteristik memori, dan pewaktu memegang peranan yang penting. Counter digital mempunyai karakteristik penting yaitu sebagai berikut :

1. Jumlah hitungan maksimum (modulus N-counter)
2. Menghitung ke-atas atau ke-bawah (up atau down - counter)
3. Operasi asinkron atau sinkron
4. Bergerak bebas atau berhenti sendiri

Sebagaimana dengan rangkaian sekuensial yang lain, untuk menyusun counter digunakan flip-flop. Counter dapat digunakan untuk menghitung banyaknya clock-pulsa dalam waktu yang tersedia (pengukuran frekuensi), Counter dapat juga digunakan untuk membagi frekuensi dan menyimpan data.

Counter secara umum diklasifikasikan atas counter asyncron dan counter syncronous.
a. Counter asyncron
Counter Asyncronous disebut juga Ripple Through Counter atau Counter Serial(Serial Counter), karena output masing-masing flip-flop yang digunakan akan bergulingan (berubah kondis i dar i “0” ke “1”) dan sebaliknya secara berurutan atau langkah demi langkah, hal ini disebabkan karena hanya flip-flop yang paling ujung saja yang dikendalikan oleh sinyal clock, sedangkan sinyal Clock untuk flip-flop lainnya diambilkan dari masing-masing flip-flop sebelumnya.

b. Counter Syncronous
Counter syncronous disebut sebagai Counter parallel, output flip-flop yang digunakan bergulingan  secara serempak. Hal ini disebabkan karena masing-masing flip-flop tersebut  dikendalikan secara serempak oleh sinyal Clock.

Selasa, 09 Oktober 2012

Pembagian Judul Kelompok Sistem Penunjang keputusan Gabungan 4

KELOMPOK 1
 SISTEM PENDUKUNG MANAJEMEN
-Manajer dan pengambilan keputusan
-Pengambilan keputusan manajerial dan SI
-Manajer dan dukungan komputer
-Teknologi komputerisasi pendukung
-Kerangka kerja pendukung keputusan
-Transformasi bisnis yang mungkin
-Perubahan metode manajemen
TIK :
1. Mengenal sistem pendukung manajemen
2. Mengenal pendukung pengambilan keputusan
3. Memahami bagimana teknologi komputer dapat
membantu manajer menjalankan tugasnya

KELOMPOK 2
MODEL DAN PENDUKUNG PENGAMBILAN KEPUTUSAN
-Dasar Pengambilan Keputusan
- Pendekatan Sistem
- Proses pengambilan keputusan
- Fase proses pengambilan keputusan
- Metodologi pendukung keputusan dan menjelaskan konsep dasar pengambilan keputusan
1. Mengenal dasar pengambilan keputusan
2. Menjelaskan dasar pengambilan keputusan
3. Mengenal metodologi yang dapat diaplikasikan
4. Menjelaskan peran sistem informasi pendukung pengambilan keputusan

KELOMPOK 3
KARAKTER DAN KAPABILITAS SPK
Konfigurasi SPK
- Apa itu SPK
- Karakter dan kemampuan SPK
- Komponen SPK
- Klasifikasi SPK
TIK :
1. Memahami pengertian SPK
2. Menjelaskan karakter SPK
3. Menjelaskan komponen SPK dan bagaimana komponen berintegrasi
4. Menjelaskan komponen dan struktur masing-masing komponen SPK

KELOMPOK 4
PEMODELAN DAN ANALISIS :
- model dan analisis dalam SPK
- Pemodelan sistem pendukung manajemen
- Model statis dan dinamis
- Struktur dari beberapa model yang berhasil dan metodologinya
- Analisis keputusan
- Pohon keputusan
- Struktur model matematika
- Optimisasi pemrograman matematika
- Metode pencarian pemecahan masalah
- Mendefinisikan masalah dan strukturnya Pemrograman heuristik
- Simulasi
1. Memahami konsep dasar pemodelan systempendukung manajemen
2. Menjelaskan bagaimana model berinteraksi dengan data dan pengguna
3. Memahami kelas model yang berbeda
4. Memahami bagaimana menstruktur pengambilan keputusan dari sedikit    alternatif
5. Menjelaskan bagaimana spreadsheet dapat digunakan untuk pemodelan dan solusi system pendukung manajemen

KELOMPOK 5
PENGEMBANGAN SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN
pengembangan sebuah SPK
- Siklus hidup – SDLC tradisional
- Prototyping metodologi pengembangan
- Manajemen perubahan
- Perangkat dan tingkat teknologi SPK
- Platform pengembangan SPK
- Memilih perangkat pengembangan SPK
- SPK yang dikembangkan oleh tim atau individu
- Mengembangkan SPK bersama
TIK :
1. Memahami konsep dasar pengembangan
2. Menjelaskan siklus hidup
3. Memahami prototype dalam SPK
4. Menjelaskan faktor yang mengarahkan sukses atau gagal sebuah SPK
5. Memahami pentingnya manajemen proyek dan perlunya ketrampilan seorang manajer yang baik
6. Menjelaskan 3 level teknologi SPK

KELOMPOK 6
TEKNOLOGI KOMPUTASI KOLABORATIF
- sistem pendukung kelompok
- Pengambilan keputusan kelompok, komunikasi dan kolaborasi
- Dukungan komunikasi
- Dukungan kolaborasi
- Sistem pendukung kelompok
- Teknologi pendukung kelompok
TIK :
1. Memahami konsep dasar komunikasi kerja kelompok dan kolaborasi
2. Menjelaskan bagaimana computer meningkatkan kolaborasi
3. Menjelaskan prinsip dasar dan kemampuan sistem pendukung kelompok
4. Memahami tiga teknologi sistem pendukung keputusan kelompok

KELOMPOK 7
SISTEM INFORMASI PERUSAHAAN
menjelaskan SI perusahaan
- Konsep dan definisi
- Evolusi SI eksekutif dan SI perusahaan
- Peran eksekutif dan kebutuhan informasi
- Karakteristik dan kemampuan system pendukung eksekutif
- Perbandingan dan integritasi SI eksekutif dengan SPK
- Soft informasi dalam SI
- Lahirnya SI perusahaan : PLM, BPM dan BAM
TIK :
1. Menguraikan konsep, definisi dan output pada SI perusahaan
2. Menentukan bagaimana mengekstraksi informasi yang diperlukan dari para eksekutif dan manajer
3. Membandingkan fitur dan kemampuan SI perusahaan dan SPK/ bisnis cerdas
4. Menguraikan munculnya SI perusahaan

KELOMPOK 8
MANAJEMEN PENGETAHUAN
- tentang manajemen pengetahuan
- Pengantar
- Pembelajaran organisasional dan transformasi
- Inisiatif manajemen pengetahuan
- Pendekatan pada manajemen pengetahuan
- Teknologi informasi dalam manajemen pengetahuan
- Implementasi sistem manajemen pengetahuan
- Peran manusia dalam manajemen pengetahuan
TIK :
1. Menjelaskan pengetahuan dan tipe pengetahuan yang berbeda
2. Menjelaskan karakteristik manajemen pengetahuan
3. Menjelaskan pembelajaran organisasional dan hubungannya dengan manajemen pengetahuan
4. Menjelaskan siklus manajemen pengetahuan
5. Menjelaskan teknologi yang digunakan
6. Menjelaskan berbagai pendekatan yang berbeda
7. Menjelaskan peran manajemen pengetahuan dalam aktivitas organisasional
8. Menjelaskan bagaimana sistem manajemen pengetahuan diimplementasikan
9. Menjelaskan peran teknologi, orang dan manajemen dalam manajemen pengetahuan

KELOMPOK 9
KECERDASANBISNIS (KB)
- memahami isu dalam kecerdasan bisnis
- Sifat dan sumber data
- Pengumpulan data , masalah dan kualitas
- Web / internet dan layanan database komersial
- Data warehousing
- Data marts
- Kecerdasan bisnis/ analitik bisnis
- Pemrosesan analitik online (OLAP)
- Data mining
- Visualisasi data, multidimensional dan analitik real-time
TIK :
1. Menjelaskan isu dalam koleksi data, masalah dan kualitas
2. Menjelaskan karakteristik dan organisasi system manajemen database
3. Menjelaskan pentingnya data warehouse dan data mart serta kegunaannya
4. Menjelaskan KB/ analitik bisnis dan pentingya dalam organisasi
5.Menjelaskan bagaimana pemrosesan analitik online (OLAP), data mining, visualisasi data, multidimensional, dan analitik real-time dapat meningkatkan pengambilan keputusan

KELOMPOK 10
PERDAGANGAN ELEKTRONIK
Mahasiswa memahami pengaruh perdagangan elektronik pada pengambilan keputusan
- Tinjauan
- Mekanisme
- Aplikasi B2C
- Riset pasar, E-CRM dan periklanan online
- Aplikasi B2B
- Perdagangan kolaboratif
- Perdagangan mobile dan komputasi pervasif
- Layanan pendukung
- Persoalan hukum dan etika dalam perdagangan ektronik
TIK :
1. Mendeskripsikan lingkup, manfaat, batasan dan tipe dalam perdagangan elektronik
2. Mendeskripsikan aplikasi utama bisnis-keperdagangan
3. Membahas kegunaan dan aktivitas riset pasar B2C, eCRM dan iklan online
4. Mendeskripsikan aplikasi B2B dan perdagangan kolaboratif
5. Mendeskripsikan perdagangan mobile dan komputasi pervasive

KELOMPOK 11
PENGARUH SISTEM PENDUKUNG MANAJEMEN
Mahasiswa memahami dampak atau pengaruh
- Model integrasi sistem pendukung manajemen
- Pemodelan cerdas dan manajemen model
- Integrasi dengan web, sistem perusahaan dan manajemen pengetahuan
- Pengaruh sistem pendukung manajemen : sebuah tinjauan
- Pengaruh sistem pendukung manajemen pada dari sistem pendukung manajemen organisasi
- Pengaruh sistem pendukung manajemen pada individu
- Pengambilan keputusan dan tugas manajer
- Persoalan legalitas, privasi dan etika
TIK :
1. Memahami perlunya integrasi sistem
2. Mendeskripsikan kesulitan mengintegrasikan sistem
3. Mendeskripsikan model utama integrasi
4. Memahami konsep pemodelan cerdas dan persoalan dalam manajemen model
5. Mendeskripsikan integrasi dengan system perusahaan dan web
6. Mendeskripsikan pengaruh organisasional, individu dan manajer pada sistem pendukung manajemen
7. Merinci dan mendeskripsikan etika dan isu hukum utama pada implementasinya




Senin, 08 Oktober 2012

Rangkaian Sekuensial

RANGKAIAN SEKUENSIAL
Rangkaian logika sekuensial adalah rangkaian logika yang kondisi keluarannya dipengaruhi oleh masukan dan keadaan keluaran sebelumnya atau dapat dikatakan rangkaian yang bekerja berdasarkan urutan waktu. Ciri rangkaian logika sekuensial yang utama adalah adanya jalur umpan balik (feedback) di dalam rangkaiannya.
 
Flipflop adalah rangkaian utama dalam logika sequensial. Counter, Register,Memory, serta rangkaian sequensial lainnya disusun dengan menggunakan flipflop sebagai komponen utama. Flipflop adalah rangkaian yang mempunyai fungsi pengingat (memory). Artinya rangkaian ini mampu melakukan penyimpanan data sesuai dengan kombinasi masukan yang diberikan kepadanya. Ada beberapa macam flipflop yang akan dibahas yaitu RS flipflop, JK flipflop, D flipflop, dan T flipflop. Ciri utama dari flipflop adalah keluaran Q dan Q adalah selalu berlawanan / stabil (jika Q = 0 maka Q = 1, Jika Q = 1 maka Q =0). Karena kondisi dua keadaan stabil ini rangkaian flipflop dinamakan juga dengan rangkaian bistabil.
1. RS Flip Flop
Flipflop ini terdiri dari dua masukan, yaitu S (set) dan R (reset). Serta dua keluarannya yaitu Q dan Q . Kondisi Set adalah kondisi ketika Q berlogika 1.
Sedangkan kondisi Reset adalah kondisi ketika Q berlogika 0.

2. JK Flip Flop
Flipflop JK merupakan penyempurnaan dari flipflop RS terutama untuk mengatasi kondisi terlarang seperti yang telah dijelaskan diatas. Pada kondisi masukan J = 1 dan K = 1 akan membuat kondisi keluaran berlawanan dengan kondisi keluaran sebelumnya. Sementara untuk keluaran berdasarkan kondisikondisi masukan yang lain semua sama dengan Flipflop RS.

3. D Flip Flop
Flipflop D merupakan Flipflop RS yang memaksa untuk memiliki satu masukan dengan R selalu berlawanan dengan S, sehingga kondisi masukan SR sama tidak akan pernah terjadi.

4. T Flip Flop
Flipflop T atau flipflop toggle adalah flipflop JK yang kedua masukannya (J dan K) digabungkan menjadi satu sehingga hanya ada satu jalan masuk. Karakteristik dari flipflop ini adalah kondisi keluaran akan selalu toggle atau berlawanan dengan kondisi sebelumnya apabila diberikan masukan logika 1. Sementara itu kondisi keluaran akan tetap atau sama dengan kondisi keluaran sebelumnya bila diberi masukan logika 0.
 
Sementara untuk keluaran berdasarkan kondisi-kondisi masukan yang lain semua sama dengan flip-flop R-S. Bentuk dasar dari logika sekuensial adalah rangkaian flip flop yang di rangkai dari gerbang logika seperti NAND dan AND. Flip Flop RS dapat dibentuk dari kombinasi dua gerbang NAND atau kombinasi dua gerbang NOR,