Minggu, 09 Desember 2012

Pendekatan Pembelajaran


                     Pendekatan Pembelajaran 
                                                               
  Written by Ari Julianto 

I. Defenisi Pendekatan
     Kata Pendekatan (approach) menurut Dictionary of Language Teaching and Apllied Linguistic adalah sebagai berikut
approach n in language teaching, the theory, philosophy and principles underlying a particular set of teaching practices.
    Dalam dunia pengajaran, kata approach lebih tepat diartikan a way of beginning something ‘cara memulai sesuai’. Karena itu, istilah pendekatan dapat diartikan cara memulai pembelajaran. Lebih lanjut menurut Dictionary of Language Teaching and Apllied Linguistic mengemukakan perbedaan antara pendekatan, metodee dan teknik pembelajaran sebagai berikut:
Different theories about the nature of language and how languages are learned (the approach) imply different ways of teaching language (the method), and different methods make use of different kinds of classroom activity (the technique).
    Dapat disimpulkan bahwa pendekatan beragam teori tentang bahasa itu sendiri dan bagaimana bahasa itu dipelajari. Misalnya aural–oral approach,  cognitive code approach, communicative approach dan sebagainya.
    Sedangkan metode adalah  berbagai cara yang diterapkan terhadap bahasa itu. Misalnya metode yang berbasis pada pendekatan tertentu yakni audiolingual method, direct method dam sebagainya.
    serta teknik adalah ragam jenis aktivitas kelas. Misalnya, teknik yang digunakan dalam metode tertentu yakni drills,dialogues, role-plays, sentence completion dan sebagainya.
    Dalam pengertian yang lebih luas, pendekatan mengacu kepada seperangkat asumsi mengenai cara belajar-mengajar. Pendekatan merupakan titik tolak dalam memandang sesuatu, suatu  filsafat atau keyakinan yang tidak selalu mudah membuktikannya.
   
II. Fungsi Pendekatan
     Fungsi pendekatan bagi suatu pengajaran adalah sebagai pedoman umum dan langsung bagi langkah-Iangkah metode pengajaran yang akan digunakan. Sering dikatakan bahwa pendekatan melahirkan metode. Artinya, metode suatu bidang studi, ditentukan oleh pendekatan yang digunakan.
    Di samping itu, tidak jarang nama metode pembelajaran diambil dari nama pendekatannya. Sebagai contoh dalam pengajaran bahasa. Pendekatan SAS melahirkan metode SAS. Pendekatan langsung melahirkan metode langsung. Pendekatan komunikatif melahirkar metode komuniatif.
    Bila prinsip lahir dari teori-teori bidang-bidang yang relevan,  pendekatan lahir dari asumsi terhadap bidang-bidang yang relevan pula. Misalnya, pendekatan pengajaran bahasa lahir dari asumsi-asumsi yang muncul terhadap bahasa sebagai bahan ajar, asumsi terhadap apa yang dimaksud dengan belajar, dan asumsi terhadap apa yang dimaksud dengan mengajar.
    Berdasarkan asumsi-asumsi itulah kemudian muncul pendekatan pengajaran yang dianggap cocok bagi asumsi-asumsi tersebut. Asumsi terhadap bahasa sebagai alat komunikasi dan bahwa belajar bahasa yang utama adalah melalui komunikasi, lahirlah pendekatan komunikatif.

III. Jenis Pendekatan
      Dilihat dari pendekatannya, pembelajaran terdapat dua jenis pendekatan, yaitu:
(1) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada siswa (student centered approach) dan
(2) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada guru (teacher centered approach).
    Sementara itu, jenis pendekatan juga dapat dibedakan menjadi 2, yaitu

1. Pendekatan Umum
    Suatu pendekatan yang berlaku bagi semua bidang studi di suatu sekolah program. Contoh pendekatan umum yang ditetapkan kurikulum antara lain:
- Pendekatan CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif). Pengajaran ini mengutamakan keaktifan siswa selama proses belajar mengajar berlangsung.
- Pendekatan Keterampilan Proses. Pengajaran ini tidak hanya ditujukan untuk penguasaan tujuan, tetapi juga penguasaan keterampilan untuk mencapai tujuan tersebut (keterampilan proses).
- Pendekatan Spiral . Pendekatan ini  mengatur pengembangan materi yang dimulai dengan jumlah kecil yang terus meningkat. Dengan kata lain, dari materi dasar berkembang terus hingga materi lanjut.
- Pendekatan Tujuan . Pengajarannya dimulai dengan penetapan tujuan, terutama tujuan-tujuan operasional. Berdasarkan tujuan-tujuan itulah ditentukan bahan, metode, teknik, dan sebagainya.

2. Pendekatan khusus
     Suatu pendekatan yang berlaku untuk bidang studi tertentu, misalnya pendekatan khusus pembelajaran bahasa Indonesia. Beberapa contoh pendekatan khusus yang pernah digunakan dalam pembelajaran bahasa misalnya:
- pendekatan komunikatif,
- pendekatan struktural,
- pendekatan Iisan (ora!),
- pendekatan langsung,
- pendekatan tak langsung,
- pendekatan alamiah.

(Dari berbagai sumber)
Demikianlah pembahasan untuk metode pembelajaran. Semoga bermanfaat. Amin.

Jumat, 07 Desember 2012

Strategi Pembelajaran

                        Strategi Pembelajaran
 

                        Written by Ari Julianto    


Kata perencanaa strategi dalam pengajaran dan pembelajaran dapat didefinisikan sebagai berikut
strategic planning is viewed as a crucial aspect of institutional development, particularly in the private sector. (Dictionary of Language Teaching and Apllied Linguistic)
       Istilah strategi berasal dari Yunani strategia ’ilmu perang’ atau ’panglima perang’. Selanjutnya strategi diartikan sebagai suatu seni merancang operasi di dalam peperangan, seperti cara-cara mengatur posisi atau siasat berperang angkatan darat atau laut.  Strategi dapat diartikan pula sebagai suatu keterampilan mengatur suatu kejadian atau hal ikhwal (Hidayat 2000:1).
       Secara sempit pemngertian tersebut dapat diartikan sama dengan pengertian metode yaitu sama-sama merupakan cara dalam rangka pencapaian tujuan. Dalam pengertian luas sebagaimana dikemukakan Newman dan Logan (Abin Syamsuddin Makmun, 2003) mengemukakan empat unsur strategi dari setiap usaha, yaitu:
1. Mengidentifikasi dan menetapkan spesifikasi dan kualifikasi hasil (out put) dan sasaran (target) yang harus dicapai, dengan mempertimbangkan aspirasi dan selera masyarakat yang memerlukannya.
2. Mempertimbangkan dan memilih jalan pendekatan utama (basic way) yang paling efektif untuk mencapai sasaran.
3. Mempertimbangkan dan menetapkan langkah-langkah (steps) yang akan dtempuh sejak titik awal sampai dengan sasaran.
4. Mempertimbangkan dan menetapkan tolok ukur (criteria) dan patokan ukuran (standard) untuk mengukur dan menilai taraf keberhasilan (achievement) usaha.
        Jika kita terapkan dalam konteks pembelajaran, keempat unsur tersebut adalah:
1. Menetapkan spesifikasi dan kualifikasi tujuan pembelajaran yakni perubahan profil perilaku dan pribadi peserta didik.
2. Mempertimbangkan dan memilih sistem pendekatan pembelajaran yang dipandang paling efektif.
3. Mempertimbangkan dan menetapkan langkah-langkah atau prosedur, metode dan teknik pembelajaran.
4. Menetapkan norma-norma dan batas minimum ukuran keberhasilan atau kriteria dan ukuran baku keberhasilan.
       Sementara itu, Kemp (Wina Senjaya, 2008) mengemukakan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajarandapat dicapai secara efektif dan efisien. Selanjutnya, dengan mengutip pemikiran J. R David, Wina Senjaya (2008) menyebutkan bahwa dalam strategi pembelajaran terkandung makna perencanaan.
        Artinya, bahwa strategi pada dasarnya masih bersifat konseptual tentang keputusan-keputusan yang akan diambil dalam suatu pelaksanaan pembelajaran.
    Dilihat dari strateginya, pembelajaran dapat dikelompokkan ke dalam dua bagian pula, yaitu:
(1) exposition-discovery learning
(2) group-individual learning
    Ditinjau dari cara penyajian dan cara pengolahannya, strategi pembelajaran dapat dibedakan antara lain
(1) strategi pembelajaran induktif
(2) strategi pembelajaran deduktif
    Selanjutnya, Dick dan Carey (1985) yang dikutip oleh Suparman (1993:155) mengatakan bahwa suatu strategi pembelajaran menjelaskan komponen-komponen umum dari suatu set bahan  pembelajaran dan prosedur-prosedur yang akan digunakan bersama bahan-bahan tersebut untuk menghasilkan hasil belajar tertentu pada siswa. Dick dan Carey menjelaskan lima komponen umum strategi pembelajaran, yaitu:
a) kegiatan prapembelajaran,
b) penyajian informasi,
c) partisipasi siswa,
d) tes, dan
e) tindak lanjut.
    Kelima komponen tersebut bukanlah satu-satunya rumusan strategi pembelajaran. Rumusan tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut:
a. Urutan kegiatan pembelajaran, yaitu urutan kegiatan gurudalam menyampaikan isi pelajaran kepada siswa.
b. Metode pembelajaran, yaitu cara pengajar mengorganisasikan
materi pelajaran dan siswa agar terjadi proses belajar secara efisien dan efektif.
c. Media pembelajaran, yaitu peralatan dan bahan pembelajaran yang digunakan guru dan siswa dalam kegiatan pembelajaran. d. Waktu yang digunakan oleh guru dan siswa dalam menyelesaikan setiap langkah dalam kegiatan pembelajaran.
    Dengan demikian, strategi pembelajaran merupakan perpaduan dari urutan kegiatan, cara pengorganisasian materi pelajaran dan siswa, peralatan dan bahan, serta waktu yang digunakan dalam proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditentukan. Dengan kata lain, strategi pembelajaran adalah cara yang sistematik dalam mengkomunikasikan isi pelajaran kepada siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu.
        Urutan kegiatan pembelajaran mengandung beberapa komponen, yaitu

1. pendahuluan
Pendahuluan terdiri atas tiga langkah, yaitu
a) penjelasan singkat tentang isi pembelajaran,
b) penjelasan relevansi isi pelajaran baru dengan pengalaman siswa (appersepsi), dan
c) penjelasan tentang tujuan pembelajaran.

2. penyajian, 
Penyajian terdiri atas tiga langkah, yaitu
a) uraian,
b) contoh, dan
c) latihan.

3. Penutup.
Sedangkan penutup terdiri atas dua langkah, yaitu
a) tes formatif dan umpan balik
b) tindak lanjut.
Urutan kegiatan pembelajaran sebagai berikut.

1. Pendahuluan   
a. Penjelasan singkat tentang isi pembelajaran
b. Penjelasan relevansi isi pelajaran baru dengan pengalaman siswa (appersepsi)
c. Penjelasan tentang tujuan pembelajaran

2 Penyajian
a. Uraian
b. Contoh
c. Latihan

3 Penutup
a. Tes formatif dan umpan balik
b. Tindak lanjut
       Dalam pemilihan strategi pembelajaran ada dua pertanyaan  yang harus diperhatikan. Pertama, seberapa jauh strategi yang  disusun itu didukung dengan teori-teori psikologi dan teori  pembelajaran yang ada? Kedua, seberapa jauh strategi yang  disusun itu efektif dalam membuat siswa mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan?

(Dari berbagai sumber)
Demikianlah pembahasan untuk metode pembelajaran. Semoga bermanfaat. Amin.

Metode Pembelajaran

                      Metode Pembelajaran
                                                          Written by Ari Julianto


        Secara sederhana definisi metode (method) menurut Longman Dictionary of Language Teaching and Apllied Linguistic adalah sebagai berikut
 method n (in language teaching) a way of teaching a language which is based on systematic principles and procedures, i.e. which is an application of views on how a language is best taught and learned and a particular theory of language and of language learning.        Dari defenisi di atas dapat disimpulkan bahwa metode dalam pengajaran bahasa adalah suatu cara pengajaran bahasa yang berbasis pada prosedur dan prinsip-prinsip sistematis yakni suatu pandangan aplikasi bagaimana suatu bahasa dapat diajarkan dan dipelajari sebaik mungkin serta menggunakan teori pengajaran dan pembelajaran bahasa khusus.
        Istilah metode itu sendiri berasal dari bahasa Yunani methodos ’jalan’, ’cara’. Karena itu, metode diartikan cara melakukan sesuatu.Dalam dunia pembelajaran, metode diartikan ’cara untuk mencapai tujuan’. Jadi, metode pembelajaran  dapat diartikan sebagai cara-cara menyeluruh (dari awal sampai akhir) dengan urutan yang sistematis berdasarkan pendekatan tertentu untuk mencapai tujuan-tujuan pembelajaran. Jadi, metode merupakan cara melaksanakan pekerjaan, sedangkan pendekatan bersifat filosofis, atau bersifat aksioma
        Dengan demikian, metode bersifat prosedural. Artinya, menggambarkan prosedur bagaimana mencapai tujuan-­tujuan pengajaran. Karena itu, tepat bila dikatakan bahwa setiap metode pembelajaran mencakup kegiatan-kegiatan sebagai bagian atau komponen metode itu. Kegiatan-kegiatan sebagai bagian atau komponen metode itu bila digambarkan dalam bentuk bagan akan tampak sebagai berikut.

Lebih jauh Longman Dictionary of Language Teaching and Apllied Linguistic menjelaskan
Different methods of language teaching such as the DIRECT METHOD, the AUDIOLINGUAL METHOD, TOTAL PHYSICAL RESPONSE result from different views of:
a. the nature of language
b. the nature of second language learning
c. goals and objective in teaching
d. the type of SYLLABUS to use
e. the role of teachers, learners, and instructional materials
f. the activities, techniques and procedures to use
       Dari uraian di atas dapat diketahui bahwa hasil beragam metode pengajaran bahasa dapat dilihat dari sudut pandang berikut:
a. bahasa asal (L1)
b. bahasa kedua (L2)
c. Tujuan dan sasaran pengajaran
d. jenis silabus yang digunakan
e. Peran pendidik, peserta didik serta materi pengajaran
f. Aktivitas, teknik dan prosedur yang digunakan

       Metode pengajaran itu mencakup tiga tahap kegiatan, yaitu persiapan (preparation), pelaksanaan (presentation), dan penilaian (evaluation).

I. Persiapan (Preparation)Seleksi (pemilihan bahan ajar dengan berpedo-man kepada kurikulum. Gradasi (penyusunan bahan, tujuan, dan sebagainya sehingga menjadi rencana pembelajaran (RPP).

II. Pelaksanaan (Presentation)Presentasi awal (penyajian atau pengenalan bahan kepada siswa)
Presentasi lanjut (pemantapan, latihan).

III. Penilaian (evaluation)Penilaian formatif (proses pembelajaran)
Penilaian sumatif sudah di luar metode
        Setiap tahap diisi pula oleh langkah-Iangkah kegiatan yang lebih spesifik. Dari gambaran di atas terlihat bahwa tahap I (persiapan) tidak kelihatan di sekolah karena biasa dilakukan guru di rumah. Ini membuktikan bahwa metode pengajaran itu luas cakupannya, mencakup kegiatan guru yang ada di rumah sampai ke sekolah dalam rangka mencapai tujuan-tujuan yang sudah ditetapkan.
       Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran adalah rencana pembelajaran yang mencakup pemilihan, penentuan, dan peyusunan secara sistematis bahan yang akan diajarkan, serta kemungkinan pengadaan remidi dan bagaimana pengembangannya. Karena itu,metode pengajaran dapat dikatan sebagai cara-cara guru mencapai tujuan pengajaran dari awal sampai akhir yang terdiri atas lima kegiatan pokok. Kegiatan-kegiatan tersebut sebagai berikut:
a. pemilihan bahan,
b. penyusunan bahan,
c. penyajian,
d. pemantapan, dan
e. penilaian formatif.
       Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa secara prosedural sebenarnya semua metode pengajaran itu sama. Yang membedakannya adalah pendekatan (approach) dan prinsip-prinsip (principles) yang dianutnya. Hal itu karena keduanya, terutama pendekatan, sangat menentukan corak sebuah metode pengajaran.
       Metode disusun (dilaksanakan tahap-tahapnya) dengan berpedoman kepada pendekatan dan prinsip-prinsip yang dianut. Pendekatan (dan juga prinsip) inilah yang mempengaruhi setiap langkah kegiatan metode, yaitu mempengaruhi pemilihan bahan, penyusunan, pengajian, pemantapan, dan juga penilaian. Karena itu, tidak heran bila nama-nama metode pengajaran bahasa banyak yang menggunakan nama-nama pendekatannya. Contohnya metode komunikatif berasal dari pendekatan komunikatif dan metode SAS berasal dari pendekatan SAS.
       Sama seperti prinsip dan pendekatan, metode pengajaran juga terbagi atas dua bagian, yaitu metode umum dan metode khusus.
A. Metode Umum (Metode Umum Pembelajaran)       Metode umum adalah metode yang digunakan untuk semua bidang studi/mata pelajaran, milik bersama semua bidang studi. Contoh metode umum ini antara lain:
1.metode ceramah,
2.metode tanya jawab,
3.metode diskusi,
4.metode ramu pendapat,
5.metode demonstrasi,
6.metode penemuan,
7.metode inkuiri,
8.metode pemberian tugas dan resitasi, dan
9.metode latihan.

B.Metode Khusus (Metode Khusus Pembelajaran Bidang Studi Tertentu)
       Metode khusus adalah metode pembelajaran tiap-tiap bidang studi, misalnya metode khusus pengajaran bahasa. Metode khusus ini tentu sangat ditentukan oleh corak bidang studi yang bersangkutan dan tujuan pengajarannya. Bidang studi yang mirip tentu akan memiliki metode khusus yang mirip pula. Metode khusus pembelajaran bahasa dapat dibagi atas dua bagian besar, yaitu:
1.metode pengajaran bahasa pertama (bahasa ibu), dan
2.metode pengajaran bahasa kedua atau bahasa asing.
        Di antara kedua jenis metode pengajaran bahasa ini, metode pengajaran bahasa kedualah yang lebih banyak ragamnya, lebih berkembang berkat pengajaran bahasa Inggris sebagai bahasa kedua atau bahasa asing di seluruh dunia. Istilah bahasa kedua dalam hal ini mencakup pula bahasa ketiga, keempat, dan seterusnya yang dipelajari oleh seseorang.
       Bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua (L2) atau bahasa ibu menggunakan beragam metode pengajaran bahasa seperti antara lain 1.metode tata bahasa terjemahan,
2.metode langsung,
3.metode eklektik,
4.metode audiolingual,
5.metode SAS (Struktural Analitik Sintetik), dan
6.metode komunikatif.

(Dari berbagai sumber)

Demikianlah pembahasan untuk metode pembelajaran. Semoga bermanfaat. Amin.

Kamis, 06 Desember 2012

Verbs Attribution in Thesis

                  Verbs Attribution in Thesis

                        Written by Ari Julianto
    

Below are some verbs and their synonyms for us to draw on when we want to talk about someone else’s ideas or words – a thesaurus of verbs of attribution. This list of verbs is taken from Writing A Thesis In Education by Academic Language and Literacy Development Faculty of Education, Monash University February 2012.

      This booklet suggests us to work out which verbs give a more positive view of the ideas you are reporting others as saying, which verbs are simply very neutral ways of restating what an author says or show that author’s positive or negative attitudes to the ideas, and finally, which verbs express our own slightly negative attitudes towards the author’s ideas.
  • Show: demonstrate, establish
  • Persuade: assure, convince, satisfy
  • Argue: reason, discuss, debate, consider
  • Support: uphold, underpin, advocate
  • Examine: discuss, explore, investigate, scrutinise
  • Propose: advance, propound, proffer, suggest (the view that…)
  • Advise: suggest, recommend, advocate, exhort, encourage, urge,
  • Believe: hold, profess (the view that…)
  • Emphasise: accentuate, stress, underscore
  • State: express, comment, remark, declare, articulate, describe, instruct, inform, report
  • Evaluate: appraise, assess
  • Hypothesise: speculate, postulate
  • Disagree: dispute, refute, contradict, differ, object, dissent
  • Reject: refute, repudiate, remonstrate (against), disclaim,dismiss
  • Claim: allege, assert, affirm, contend, maintain
An argument can be:
  • founded on
  • based on
  • grounded in a theory/view/set of data
  • embedded in
  • underpinned by
Note that the above words are all value‐laden. Your choice of word will reveal to your reader your stance toward the author you are reporting on. It will show whether or not you consider her claims to be substantiated. Arnaudet and Barrett (1984, p. 153‐5) provide a useful resource on verbs of attribution reproduced i below: 

Neutral verbs of restatement
Add - inform (of, about) - remind (of, about) - clarify - present - report (on) - describe - remark -speak / write of

Verbs of restatement with a positive or negative connotation
apprise (someone of) - explain - indicate - argue (about) - express - observe

Verbs of opinion are used to report the content of another writer’s opinion (or conclusion or suggestions)
Positive opinions:
affirm - agree (with) - applaud- concur (with, in) - praise - support

Reporting opinion (usually neutrally)
assert - believe (in) - claim -determine - expound (on) - maintain - point out - think

Verbs of uncertainty are used to report the content of another writer’s expression of doubt or uncertainty
challenge - dispute - question -disagree (with) - doubt - suspect (of) - dismiss - mistrust  -wonder (at).

(Taken from various sources)

Sabtu, 01 Desember 2012

Conceptual Framework

                   Conceptual Framework

                                                 Written by Ari Julianto
      Conceptual Framework is one of the main part in a thesis or skripsi. It is usually placed at the end of Chapter II, but some other faculties have their own rules.
      A conceptual framework elaborates the research problem in relation to relevant literature. This section may summarize the major (dependent and independent) variables in our research. The framework may be summarized in a schematic diagram that presents the major variables and their hypothesized relationships. It should also cover the following:
a. Existing research and its relevance for our topic
b. Key ideas or constructs in our approach
c. Identify and discuss the variables related to the problem.
d. Conceptualized relationships between variables Independent variables (presumed cause), Dependent variables (presumed effect), Intervening variables (other variables that influence the effect of the independent variable)
e. Present a schematic diagram of the relationships between key variables and discuss the relationship of the elements/variables
      A conceptual framework is used in research to outline possible courses of action or to present a preferred approach to an idea or thought. Conceptual frameworks (theoretical frameworks) are a type of intermediate theory that attempt to connect to all aspects of inquiry (e.g., problem definition, purpose, literature review, methodology, data collection and analysis). Conceptual frameworks can act like maps that give coherence to empirical inquiry. Because conceptual frameworks are potentially so close to empirical inquiry, they take different forms depending upon the research question or problem.
      Several types of conceptual frameworks have been identified,such as
Working hypothesis
Descriptive Categories
Practical ideal types
Models of operations research
Formal hypotheses
      Shields and Tajalli (2006) have identified several types of conceptual frameworks (working hypotheses, descriptive categories, practical ideal type, models of operations research and formal hypotheses) for the field of public administration.
      The frameworks are linked to particular research purposes (exploration, description, gauging, decision making and explanation/prediction). When purpose and framework are aligned other aspects of empirical research such as choice of methodology (survey, interviews, analysis of existing data, direct observation, focus groups etc) and type of statistical technique become obvious.
      A conceptual framework is a graphic diagram of a research topic or thesis. The conceptual framework is basically a visual representation of the research topic. The conceptual framework discusses the thesis or hypothesis stated in the paper, expands on literature pertinent to the topic and offers a synopsis of the research paper's main points. A conceptual framework assists to structure a research paper and expand, clarify and discuss the subject fully.
      To create a conceptual framework the writer must develop research questions, examine the key variables in regards to those research questions, create a graphic diagram of the question examined, graphically describe the key elements involved, depict current research associated with questions and show relationships between all variables.
      It is important to focus on one topic or one question that will be addressed. For example, if a student's research interests lie in special education they may choose a thesis related to special education. A strong thesis statement regarding special education is important because all research conducted will be related to that statement. After the statement is formulated a conceptual framework will assist the writer in visually representing elements needed in the paper, along with clarifying subject matter to be addressed.