Kamis, 15 November 2012

Jenis DSS (Decision Support Systems)

Jenis DSS (Decision Support Systems)
Usaha berikutnya dalam mendefinisikan konsep DSS dilakuikan oleh Steven L. Alter.Alter melakukan study terhadap 56 sistem penunjang keputusan yang digunakan pada waktu itu, 
Study tersebut memberikan pengetahuan dalam mengidentifikasi Enam jenis DSS, yaitu :
  • Retrive information element
  • Analyze entries files
  • Prepare reports form multiple files
  • Estimate decisions qonsquences
  • Propose decision
  • Make decisions

Dalam DDS terdapat tiga tujuan yang arus di capai yaitu :
  • Membantu manajer dalam pembuatan keputusan untuk memecahkan masalah semi terstruktur
  • Mendukung keputusan manajer, dan bukannya mengubah atau mengganti keputusan tersebut
  • Meningkatkan efektivitas menajer dalam pembuatan keputusan, dan bukannya peningkatan efisiensi

Tujuan ini berkaitan dengan tiga prinsip dasar dari konsep DSS, yaitu struktur masalah,dukungan keputusan, dan efektivitas keputusan.

What to Avoid in Writing A Thesis

     What to Avoid in Writing A Thesis
                                           
                                                   Written by Ari Julianto





     This time I would like to discuss what to avoid in writing thesis. Actually, this literature mostly taken from D. Lindsay, A Guide to Scientific Writing. Melbourne, Australia: Addison Wesley Longman Australia, 2nd ed., 1997.
     Lindsay gives ten categories of cumbersome expressions that should be avoided in writing a scientific paper or thesis. These are summarized below.

1. Clusters of nouns.
When clustered together, all nouns except the last function as adjectives. Avoid expressions like “chemical healing uppression” and say instead,“suppression of healing by chemicals”, or “suppression of chemical healing”, or whatever else you intended to mean. Use prepositions to make your meaning clear.

2. Adjectival clauses.
Instead of “an innovation based return on investment culture”,say “a culture of innovation based on return-on-investment” or whatever you actually meant to say. Again, use prepositions to make your meaning clear, even if this construction is longer.

3. Subordinate clauses at the beginning.
This style puts the unimportant bits first and the important ones later. It may be good electronics to do so (LSB14 first), but itis bad English. Avoid beginning sentences with constructions like “Despite the fact that . . . ”, “Notwithstanding the fact that . . . ”, etc. Compare these two versions: Thus, although there were too few plots15 to show all of the interactions which we sought [subordinate clause, apologetic], under the conditions of the experiment [subordinate phrase, conditional], copper and zinc acted additively.Thus, copper and zinc acted additively under the conditions of our experiment, although there were . . . The second sentence certainly reads better. It is also a good example of putting the important information in the topic position, which is at the beginning.

4. Nouns instead of the verbs from which they are derived. Avoid writing “Recording of pulse rates was made”; instead write, “Pulse rates were recorded”. We have improved the original sentence in three ways by doing this. We have:
(a) replaced the original dummy verb “made” with the genuine verb “recorded”;
(b) shortened the sentence; and
(c) sharpened the impact.

5. Use of filler verbs.

 Do not write “We conducted a study of group III-V compounds”;instead say, “We studied group III-V compounds”. The second sentence has five words; the first, eight. Again, a dummy verb has been replaced with a genuine verb and the sentence has been shortened and strengthened. Examples of dummyverb constructions to be avoided are “to be present”, “to occur”, “to perform”, “to obtain”, etc.

6. Use of passive voice rather than active voice.
Passive voice is appropriate when the doer of an action is unknown or is irrelevant. Otherwise, passive voice lengthensand weakens the sentence, whereas active voice is direct, succinct and more forceful. Compare “Patients were observed by two people for signs of abnormal behaviour” with “Two people observed the patients . . . ”

7. Use of imprecise words.

Do not use words like “quite”, “some”, “considerable”, “a great deal”, etc. in scientific writing. It is imprecise and unhelpful to the reader.Be quantitative: you are writing an engineering thesis. Sometimes, you may wish to avoid numerical precision for some compelling reason. If you want to avoid writing “Fifty-two percent of the images were correctly classified”, do not say “The majority of the images were correctly classified”, but rather “Slightly over half the images were correctly classified”.

8. Use of compound prepositions.
 Debaters and politicians use expressions like “in the case of”, “in respect of”, etc., usually to gain time to think of a proper answer during a debate or a press conference. Such expressions dilute the force of the simple, direct statement: they have no place in your thesis.

9. Multiple negatives. A double negative, when used carefully, has impact or conveys just the right shade of meaning. Multiple negatives do not. They serve only to confuse and should be avoided. What does “not unreasonably inefficient” really mean? Anytime you cause your reader to backtrack or pause for mental breath to take in meaning, you have done yourself and your reader a disservice.

10. Unfamiliar abbreviations and symbols.

Stick to SI units and prefixes. If you have to introduce a new unit called a flip make sure that you define it somewhere, introduce an abbreviation consistent with the SI system, use SI prefixes, and stick with your nomenclature all through.

Rabu, 14 November 2012

Infrastruktur Teknologi Untuk SPK

Infrastruktur Teknologi Untuk SPK Berdasarkan Dokumen
Beberapa aspek yang mempengaruhi keberhasilan dokumen, diantaranya:
  1. HARDWARE
  2. Berkurangnya biaya
  3. Meningkatnya kecepatan pemrosesan merupakan indicator teknologi yang jelas mengenai munculnya sistem penunjang keputusan berdasarkan dokumen. Yang memiliki kemampuan memproses sejumlah besar data yang disimpan. Kunci keberhasilan penunjang keputusan berdasarkan dokumen adalah bahwa ia mampu memberikan peningkatan dalam teknologi penyimpanan dan standar masukan jenis data.
Tahapan SPK:
  • Definisi masalah
  • Pengumpulan data atau elemen informasi yang relevan
  • pengolahan data menjadi informasi baik dalam bentuk laporan grafik maupun tulisan
  • menentukan alternatif-alternatif solusi (bisa dalam persentase)
 
Tujuan dari SPK:
  • Membantu menyelesaikan masalah semi-terstruktur
  • Mendukung manajer dalam mengambil keputusan
  • Meningkatkan efektifitas bukan efisiensi pengambilan keputusan
Dalam pemrosesannya, SPK dapat menggunakan bantuan dari sistem lain seperti Artificial Intelligence, Expert Systems, Fuzzy Logic, dll.

Selasa, 13 November 2012

Pembuatan Keputusan dalam Sistem Pendukung Keputusan (SPK)

Pembuatan Keputusan dalam Sistem Pendukung Keputusan
Dalam pembuatan keputusan ada dua orang yang mengartikan artian pembuatan
Keputusan yaitu Simon dan Mintzberg
1. Keputusan menurut Simon
Dalam bukunya terbitan Tahun 1977, simon menguraikan istilah keputusan menjadi Keputusan terprogram dan Keputusan tak terprogram.

1.Keputusan terprogram.
YaituBersifat berulang-ulang dan rutin. pada suatu tingkat tertentu dan prosedur telah di tetapkan untuk menanganinya sehingga ia dianggap suatu denovo (yang baru) setiap kali terjadi.

2.Keputusan tak terprogram.
Yaitu bersifat baru, tidak terstruktur, dan biasanya tidak urut.Ia juga menjelaskan bahwa dua jenis keputusan tersebut hanyalah kesatuan ujung yang terangkai secara hitam putih,
sifatnya begitu kelabu atau tak jelas, namun demikian konsep keputusan terprogram dan tak terprogram sangatlah penting, karna masingmasing memerlukan teknik yang berbeda.

Kontribusi Simon yang lain adalah penjelasan mengenai empat fase yang harus di jalani oleh Manajer dalam menyelesaikan masalah, fase tersebut adalah :
  • Aktivitas intelegensi, yaitu mencari kondisi dalam lingkungan yang memerlukan pemecahan
  • Aktivitas disain, yaitu menemukan, mengembangkan, dan menganalisis kemungkinan tindakan yang akan dilakukan.
  • Aktivitas pemilihan, yaitu menentukan cara tindakan cara tertentu dari beberapa cara yang sudah ada.
  • Aktivitas peninjauan kembali, yaitu memberikan penilaian terhadap pilihan yang telah dilakukan.

2.Keputusan menurut Mintzberg
Mintzberg terkenal dengan teorinya mengenai peranan manajerial, teori ini mengemukakan sepuluh peranan manajerial yang terbagi dalam tiga kategori, yaitu interpersonal, informasional, desisional.
 
Peranan informasonal mengemukakan bahwa manajer mengumpulkan dan menyebarkan informasi, dan peranan desisional mengemukakan bahwa manajer menggunakan informasi dalam pembuatan berbagai jenis keputusan.
 
Ada empat peranan desisional menurut mintzberg :
  1. Pengusaha, ketika manajer berperan sebagai pengusaha (entrepreneur) maka peningkatan hal ini yang bersifat permanent diabadikan sebagai organisasi.
  2. Orang yang menangani gangguan, ketika menajer berperan sebagai orang yang menangani gangguan (disturbace handler), maka ia akan memecahkan masalah yang belum di antisipasi. Ia membuat keputusan untuk merespon gangguan yang timbul seperti perubahan ekonomi, ancaman dari pesaing, dan adanya peraturan pajak baru.
  3. Pengalokasi sumber, dengan peranan sebagai pengalokasi sumber (resorce alocator), manajer diharapkan mampu menentukan pembagian sumber organisasi kepada berbagai unit yang ada misalnya pembuatan keputusan untuk menetapkan anggaranoperasi tahunan.
  4. Negosiator, dalm peran sebagai negosiator (negotiator), manajer mengatasi perselisihan yang muncul dalam perusahaan dan perselisihan yang terjadi antara perusahaan dan lingkungannya. Contohnya melakukan negosiasi kontrak baru dengan serikat pekerja.

Senin, 12 November 2012

Pengertian Sistem Pendukung Keputusan ( SPK )

Sistem pendukung keputusan (Inggris: decision support systems disingkat DSS) adalah bagian dari sistem informasi berbasis komputer (termasuk sistem berbasis pengetahuan (manajemen pengetahuan)) yang dipakai untuk mendukung pengambilan keputusan dalam suatu organisasi atau perusahaan.
 
Dapat juga dikatakan sebagai sistem komputer yang mengolah data menjadi informasi untuk mengambil keputusan dari masalah semi-terstruktur yang spesifik.
 
ARTI DSS
DSS sebagai sebuah system yang memberikan dukungan kepada seorang manajer, atau kepada sekelompok manajer yang relative kecil yang bekerja sebagai team pemecah masalah, dalam memecahkan masalah semi terstrukitur dengan memberikan informasi atau saran mengenai keputusan tertentu.
Informasi tersebut diberikan oleh laporan berkala, laporan khusus, maupun output dari model matematis. Model tersebut juga mempunyai kemampuan untuk memberikan saran dalam tingkat yang bervariasi

Menurut Moore and Chang, SPK dapat digambarkan sebagai sistem yang berkemampuan mendukung analisis ad hoc data, dan pemodelan keputusan, berorientasi keputusan, orientasi perencanaan masa depan, dan digunakan pada saat-saat yang tidak biasa