Selasa, 19 Februari 2013

Hal-Hal yang Mempengaruhi Pilihan Kata

Hal-Hal yang Mempengaruhi Pilihan Kata
Sebelum menentukan pilihan kata, maka harus diperhatikan dua hal pokok, yakni: masalah makna dan relasi makna. Makna sebuah kata atau sebuah kalimat merupakan makna yang tidak selalu berdiri sendiri. Adapun makna menurut Chaer (1994: 60) terbagi atas beberapa kelompok yaitu:
  1. Makna leksikal dan makna gramatikal
  2. Makna referensial dan nonreferensial
  3. Makna denotatif dan konotatif
  4. Makna konseptual dan makna asosiatif
  5. Makna kata dan makna istilah
  6. Makna idiomatikal dan peribahasa
  7. Makna kias dan lugas.
Relasi adalah hubungan makna yang menyangkut hal kesamaan makna (sinonim), kebalikan makna (antonim), kegandaan makna (polisemi dan ambiguitas), ketercakupan makna (hiponim), kelainan makna (homonim), kelebihan makna (redunansi) dan sebagainya.

Senin, 18 Februari 2013

Diksi dalam Kalimat

Diksi dalam Kalimat
Diksi dalam kalimat adalah pilihan kata yang tepat untuk ditempatkan dalam kalimat sesuai makna, kesesuaian, kesopanan, dan bisa mewakili maksud atau gagasan. Makna kata itu secara leksikal banyak yang sama, tetapi penggunaannya tidak sama.

Kata-Kata Ilmiah
Dalam kehidupan sehari-hari, kita tentu sudah sangat sering mendengar kata ilmiah. Kata ilmiah seringkali dihubungkan dengan bidang pendidikan atau hal-hal yang berbau ilmu pengetahuan.

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Kedua, kata ilmiah memiliki arti bersifat ilmu. Secara ilmu pengetahuan, memenuhi syarat (kaidah) ilmu pengetahuan. Namun, pengertian dari kata ilmiah itu sendiri tidak lantas menjelaskan keilmiahan dari sebuah karya atau kegiatan yang bersifat ilmiah. Untuk mengukur keilmiahan suatu karya atau kegiatan perlu ada tolak ukur.

Minggu, 17 Februari 2013

Kata Serapan

Kata Serapan
Kata serapan adalah kata yang berasal dari bahasa asing yang sudah diintegrasikan ke dalam suatu bahasa dan diterima pemakaiannya secara umum. Sebelum Ch. A. Van Ophuijsen menerbitkan system ejaan untuk bahasa Melayu pada tahun 1910, cara menulis tidak menjadi pertimbangan penyesuaian kata serapan. Umumnya kata serapan disesuaikan pada lafanya saja.

Meski kontak budaya dengan penutur bahasa-bahasa itu berkesan silih berganti, proses penyerapan itu ada kalanya pada kurun waktu yang tumpang tindih sehingga orang-orang dapat mengenali suatu kata serapan berasal dari bahasa yang mereka kenal saja.

Sabtu, 16 Februari 2013

Pembentukan Istilah dan Definisi

Pembentukan Istilah dan Definisi 
Istilah adalah kata atau frasa yang dipakai sebagai nama atau lambang dan yang dengan cermat mengungkapkan makna konsep, proses, keadaan, atau sifat yang khas dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.
 
Syarat istilah yang baik:
  1. Paling tepat mengungkapkan konsep yang dimaksud.
  2. Paling singkat di antara pilihan yang ada.
  3. Bernilai rasa (konotasi) baik.
  4. Sedap didengar (eufonik).
  5. Bentuknya seturut kaidah bahasa Indonesia.


Secara umum, definisi dibagi menjadi dua bagian, yaitu definisi nominal (suatu persamaan kata yang tepat digunakan) dan definisi formal (definisi logis atau riel).

Penelitian Pengembangan/Development Research (2)

    Penelitian Pengembangan/Development Research 
                                              (2)
                                                  Written by Ari Julianto




B. Ciri Utama Penelitian dan Pengembangan
Borg and Gall (1983) menjelaskan empat ciri utama dalampenelitian dan pengembangan, yaitu:
1. Studying research findings pertinent to the product to be develop,
2. Developing the product base on this findings.
3. Field testing it in the setting where it will be used eventually,
4. Revising it to correct the deficiencies found in the field-testing stage.

Dari empat ciri utama R & D tersebut, memberikan gambaran bahwa ciri utama R & D adalah adanya langkah-langkah penelitian awal tekait dengan produk yang akan dikembangkan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut kemudian produk pendidikan dirancang dan dikembangkan untuk kemudian diuji dan diperbaiki/direvisi.

C.Komponen Utama Penelitian Pengembangan (DR)Menurut Tim Puslitjaknov (2008), metode penelitian pengembangan memuat 3 komponen utama yaitu:
(1) Model pengembangan,
(2) Prosedur pengembangan,dan
(3) Uji coba produk.

D.Langkah-Langkah Penelitian dan Pengembangan (R & D)Ada beberapa model penelitian pengembangan dalam bidang pendidikan. Disini hanya dikemukakan model Sugiyono dan model Borg and Gall.

1. Model SugiyonoMenurut Sugiyono (2011), langkah-langkah penelitian dan pengembangan ada sepuluh langkah antara lain
(1) Potensi dan masalah,
(2) Pengumpulan data,
(3) Desain produk,
(4) Validasi desain,
(5) Revisi desain,
(6) Ujicoba produk,
(7) Revisi produk,
(8) Ujicoba pemakaian,
(9) Revisi produk, dan
(10) Produksi missal.

2. Model Borg and Gall
Menurut Borg dan Gall (1989), pendekatan R & D dalam pendidikan meliputi sepuluh langkah.
1. Research and Information Collecting,
2. Planning,
3. Develop Preliminary of Product
4. Preliminary Field Testing,
5. Main Product Revision,
6. Main Field Test,
7. Operational Product Revision,
8. Operational Field Testing,
9. Final Product Revision,
10. Dissemination and Implementation.

Demikianlah pembahasan kali ini. Semoga bermanfaat. Amin.

Referensi
Borg, Walter R., & Gall, M.D. 1983. Educational research: An introduction. New York & London: Longman.

Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D. Bandung: Alfabeta.

Tim Puslitjaknov. 2008. Metode Penelitian Pengembangan. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional