Sabtu, 20 Juli 2013

Penyajian Tabel pada Skripsi/Thesis

Penyajian Tabel pada Skripsi/Thesis

Written by Ari Julianto



Penyajian data dalam bentuk tabelatau tabulasi, gambar, diagram dan sebagainya kadangkala diperlukan dalam pembuatan skripsi/thesis  sebagai media informasi. Pada dasarnya  banyak cara untuk menyajikan data sehingga ia dapat dipahami dan digunakan secara tepat oleh pengolah data. Namun untuk menghasilkan gambaran data yang komunikatif, harus diingat untuk  menyajikan sesuai kebutuhan. Dalam hal ini, penyajian data dalam bentuk tabel atau tabulasi bertujuan untuk memberikan informasi dan gambaran mengenai jumlah secara terperinci sehingga memudahkan pengolah data dalam menganalisis data tersebut.

Dalam postingan kali ini saya mencoba memaparkan teknik penyajian data informatif dalam bentuk tabel.

I. Teknik Penyajian Tabel
Ada dua cara menyajikan nomor dan judul tabel, yaitu:

a. Satu baris sejajar, misalnya
Table 3.1  Population and Sample of the Research

b.Bertingkat, misalnya
                      Table 3.1 
Population and Sample of the Research

Untuk jenis bertingkat, format judul tabel ditulis di tengah dan simetris di atas tabel yang bersangkutan, di bawah kata “Tabel”.

Kata-kata dalam judul tabel ditulis sebagai berikut.
(1). Kata-kata isi diawali dengan huruf capital.
(2). Kata-kata fungsi ditulis dengan huruf kecll.

Yang perlu diingat adalah:
a.Penyajian table harus dilakukan secara sistematis, oleh karena itu judul table perlu mendapatkan penomoran. Sistem penomoran ni dimulai secara berturut-turut sejak bab I sampai dengan bab V.
b.Penomoran tabel menggunakan angka arab.
c. Tabel dibedakan menjadi dua macam, yaitu tabel dalam teks dan tabel dalam lampiran. Tabel dalam lampiran menggunakan urutan penomoran sendiri, jadi tidak menyambung nomor tabel dan teks.
Judul dan nomor tabel diletakkan di atas Tabel,
d. Dalam penulisan skripsi atau thesis nomor Tabel menunjukkan Bab + Nomor Urut Tabel dalam suatu Bab,
e. Nomor Urut berlaku per Bab, tidak bersambung antar Bab
f. Judul dan nomor table ditulis seperti biasa seperti judul sub-Bab dengan Bold dimana setiap awal kata Huruf besar kecuali kata sambung, kata sandang dsb,
g. Pembuatan kolom dan baris harus jelas. Setiap kolom dan baris harus diberi nama untuk penjelasan.

Sekedar menambah pengetahuan, ada beberapa jenis tabel, antara lain:

1. Tabel Baris Kolom
Tabel yang lebih tepat disebut tabel baris kolom ini adalah tabel-tabel yang dibuat selain dari tabel kontingensi dan distribusi frekuensi yaitu tabel yang terdiri dari baris dan kolom yang mempunyai ciri tidak terdiri dari faktor-faktor yang terdiri dari beberapa kategori dan bukan merupakan data kuantitatif yang dibuat menjadi beberapa kelompok.Contoh,

         Daftar IP Mahasiswa 
No         Semester                IP
1                I                  3,12
2                II                 3,00
3                III                3,39
4                IV                 3,37
5                V                  2,9



2. Tabel Kontingensi
Tabel kontingensi merupakan bagian dari tabel baris kolom, akan tetapi tabel ini mempunyai ciri khusus, yaitu untuk menyajikan data yang terdiri atas dua faktor atau dua variabel, faktor yang satu terdiri atas b kategori dan lainnya terdiri atas k kategori, dapat dibuat daftar kontingensi berukuran b x k dengan b menyatakan baris dan k menyatakan kolom.Contoh Banyak Murid Sekolah Menurut Tingkat

           Sekolah Dan Jenis Kelamin Tahun 2006
JENIS KELAMIN    TINGKAT SEKOLAH        JUMLAH
                         SD    SMP    SMA 
  
Laki – laki         4756    2795    1459            9012
Perempuan        4032    2116    1256            7404
Jumlah              8790    4911    2715            16416


3. Tabel Silang

Data hasil penelitian yang berupa perhitungan frekuensi pemunculan data juga dapat disajikan ke dalam bentuk tabel silang. Tabel silang dapat hanya terdiri dari satu variable tetapi dapat juga terdiri dari dua variable. Tergantung pertanyaan atau keadaan yang ingin dideskripsikan. Dengan demikian, pemilihan penyajian data ke dalam tabel silang satu atau dua variable akan tergantung dari data yang diperoleh.Tabel silang satu variable digunakan untuk menggambarkan data dengan menampillkan satu karakteristiknya saja. Misal jumlah keseluruhan. Sementara tabel silang dua variable digunakan untuk menggambarkan data dengan menampilkan dua karakteristiknya. Misalnya jumlah keseluruhan dan jumlah per gender.
Contoh:

No.    Mata Pelajaran    Siswa Yang Menyukai             Jumlah
                                       Laki - Laki Perempuan  
 
1    Matematika                 8            3                           11
2    Kimia                         4             6                          10
3    Fisika                         5             2                          7
4    Biologi                        2             4                          6



NOTE

Penyajian tabel sedapat mungkin dalam satu halaman.Jika tabel harus bersambung ke halaman berikutnya, ada beberapa cara dapat dilakukan, antara lain:
a. di akhir table halaman pertama di bawah kanan ditulis 'continues' dengan cetak miring (italic). Kemudian di awal tabel halaman sambungan di atas kanan ditulis 'continued' dengan cetak miring (italic),
b. cara lain adalah memenggal baris (row) akhir di halaman pertama. Kemudian memenggal baris (row) pertama  di halaman sambungan,
c. Cara lain adalah dengan memasukkan nama-nama kolom atau baris sesuai dengan halaman pertama pada halaman sambungan dengan nomor urut lanjutan dari halaman pertama.

Demikianlah pembahasan kita kali ini, semoga bermanfaat. Amin.

Rabu, 17 Juli 2013

Teknik Presentase Proposal Skripsi/Thesis

    Written by Ari Julianto


Dalam sidang seminar porposal S1, presentase proposal meminta masukan dari para dosen yang hadir khususnya Dosen Pembimbing I dan II dan juga beberapa audiens atau rekan sejawat lainnya sebelum penelitian tersebut dilakukan.Ringkasnya, presentasi hasil penelitian atau seminar hasil penelitian merupakan bentuk penyampaian hasil penelitian secara verbal atau audio visual dengan tujuan untuk meminta masukan agar hasil penelitian tersebut dapat lebih sempurna.

Teknik presentasi merupakan keahlian yang harus dimiliki oleh seorang peneliti atau mahasiswa. Dalam postingan kali ini saya mencoba membantu para mahasiswa untuk mempersiapkan diri sebelum penyajian presentasee proposal di seminar. Menyajikan presentasi proposal tidak jauh berbeda dengan menyampaikan pendapat di muka umum atau dalam kata lain, kita menguasai salah satu teknik komunikasi massa.

1. Tahap Persiapan
dalam tahap persiapan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain:

a. Persiapkan Mental
Berbicara di muka umum memerlukan kesiapan mental tersendiri. Rasa gugup bisa membuyarkan konnsentrasi. Perbanyaklah latihan menyampaikan pendapat di muka umum baik di kelas, di rumah atau di depan teman-teman.

b. Miliki Fisik yang Sehat
Menjaga kesehatan fisik merupakan keharusan sebelum presentase. Fisik yang sehat akan membuat pembicara dapat berkonsentrasi lebih baik saat presentasi maupun menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan.

c. Mengetahui Lokasi Presentasi
Pengaturan tata letak ruangan pun perlu diketahui. Di mana tempat pembicara, podium, duduk, atau berdiri, apakah ada moderator, dan bagaimana posisi audiens.

d. Periksa Peralatan dan Fasilitas
cara penggunaan fasilitas yang sudah disediakan  perlu dipelajari agar bisa digunakan optimal dan tidak membuang waktu mempelajarinya terlebih dahulu saat presentasi telah berlangsung.

e. Mengetahui Tujuan Presentasi
Mengetahui tujuan presentasi dan siapa audiens kita akan membuat presentasi lebih mengarah tepat sasaran. Presentasi hasil penelitian merupakan presentasi informatif yakni untuk memberikan informasi kepada orang lain.

f. Mengetahui Siapa Peserta atau Audiens
Materi presentasi juga dibuat sesuai dengan tujuan presentasi dan audiens kita. Presentasi bukan hanya untuk menunjukkan apa yang telah kita lakukan tetapi bagaimana apa yang telah kita lakukan ini mendapat masukan dari audiens dan bermanfaat untuk mereka.

g. Persiapkan Materi dengan Cermat
Materi presentasi juga dibuat sesuai dengan tujuan presentasi dan audiens kita. Presentasi bukan hanya untuk menunjukkan apa yang telah kita lakukan tetapi bagaimana apa yang telah kita lakukan ini mendapat masukan dari audiens dan bermanfaat untuk mereka. Dalam mempersiapkan materi ini, gunakan media-media yang membuat presentasi ini menjadi menarik. Microsoft Power Point sudah biasa digunakan untuk membuat materi presentasi yang menarik.

h. Fokuskan Slide Presentasi
Mengingat waktu presentasi yang terbatas, umumnya jumlah slide yang dapat ditayangkan dalam waktu 15 hingga 20 menit adalah sekitar 7 slide. Slide yang baik justru tidak akan membuat penyaji membaca isi slide tersebut tetapi justru akan membuat audiens tertarik dan terfokus perhatiannya pada isi slide tersebut. Pilihlah warna slide yang sejuk dan tidak menyakitkan mata. Jika backgroundnya hitam, alangkah lebih baiknya tulisan dalam slide bewarna cerah seperti putih atau keemasan dan sebaliknya.

II. Tahap Pelaksanaan
Setelah memahami dan mempersiapkan tahap pertama, kemudian tibalah pada tahap kedua yakni pelaksanaan presentase. Prosesnya adalah sebagai berikut.

1. Dalam posisi berdiri tegak dan menatap ke seluruh audiens termasuk pada dosen,
2. Posisi tangan kiri memegang mic (jika dipergunakan) dan posisi tangan kanan untuk scroll down-up mouse tampilan Power Point,
3. Mulailah mengucapkan 'basmalah' (bagi yang Muslim),
4. Dilanjutkan dengan mengucapkan 'salam' (Assalamualaikum Wr Wb bagi Muslim atau Good Morning/afternoon bagi non Muslim),
5. Perkenalkan diri Anda: "First of all, allow me to introduce myself. My name is...."
6. Dilanjutkan dengan menyebutkan judul proposal Anda: "The title of my thesis proposal is...."
7. Dilanjutkan dengan memasuki Chapter I Introduction: "I would like to begin my presentation with Chapter I Introduction..."
8. Dalam tahap ini, alangkah lebih baiknya mata Anda terfokus pada layar tampilan,
9. Setelah selesai Chapter I Introduction kemudian dilanjutkan ke Chapter II Review of Literature: "Then, we go to the next chapter that is Chapter II Review of Literature..."
10. Mengingat sub chapter dalam Review of Literature banyak yang harus ditampilkan alangkah lebih baik dibuatkan outline dengan sedikit penjelasan,
11. Dilanjutkan dengan pembahasan Chapter III Method of Research (tergantung kenis risetnya) : "Finally, we go to the last chapter that is Method of Research..."
12. Mengingat waktu yang diberikan untuk presentase sangat terbatas, pada umumnya hanya Chapter I, II dan III saja yang disajikan,namun itu tergantung dari peraturan dan kebijakan fakultas masing-masing,
13. Mengakhiri presentase: "That's all the presentation of my thesis proposal. For your attention I would like to say thank you very much..."
14. Diakhiri dengan mengucapkan 'salam' (Assalamualaikum Wr Wb bagi Muslim).

Apa yang saya paparkan diatas merupakan satu contoh saja. Anda bisa meggunakan frase-frase yang lebih baik dan lebih tepat selain dari itu.
 
Untuk melatih dan memperdalam teknik presentase yang baik, berikut ini saya memberikan link download teknik presentase. Meski sebenarnya ditujukan untuk work presentase, tidak salahnya kita belajar dari buku ini.
- Bukunya dalam format PDF dapat didownload (8MB) DISINI
- Audionya (File 1) dalam format rar (21MB) dapat didownload  DISINI
- Audionya (File 2) dalam format rar (21MB) dapat didownload  DISINI

If you find the link error, you may contact me personally via email: mr.ari69@gmail.com
(Jika link ini tidak berlaku, silakan hubungi saya via email: mr.ari69@gmail.com)

Demikianlah pembahasan kita kali ini, semoga bermanfaat. Amin.

Selasa, 16 Juli 2013

Presenting Data Visually

Presenting Data Visually

      Written by Ari Julianto


Many skripsi or theses need to present substantial amounts of information, usually empirical data. Welldesigned visual presentations are powerful because they can present these data sets without overloading readers. Clear presentations will enrich your analysis. They will help you think about the data and explore its meanings.

There are four main types of visual presentations for data,

1. Maps for geographic and spatial information.
If your skripsi or thesis contains important geographical information, you should include maps tailored to your needs. Spatial dimensions are crucial to many topics: war, nationalism, immigration, urban studies, environmental changes, and more. If you are studying one of these topics, look for good maps to download or scan. When you find one during your research, make a special note of it so you can use it later (with proper citation, of course). In most cases, you don’t need to create your own maps from scratch. Existing maps are perfectly fine, although you may wish to add a few labels and arrows to highlight points of special interest.

2. Verbal tables and figures for arguments and concise analysis.
Verbal tables contain written information, such as lists of wars and dates, rather than numbers. They are valuable tools and, in my opinion,should be used more often in theses, articles, and books. Figures are rather like free-form tables and are equally useful. The figure with overlapping circles contrasts sharply with separate boxes for the traditional approach.If you borrow figures like these from another author, remember that you need to cite them, just as you do maps, paintings, photographs, architectural drawings, and any other visual materials. The rule is simple: If you use others’ work, give them credit. Figures are also useful for presenting causal analysis.

3. Pictures, posters, and drawings for illustration of important points.

A picture may be worth a thousand words, but it will be worth more if you use another ten words to introduce it.Unless you are studying art, cultural history, or consumer marketing, your thesis probably doesn’t need pictures. Never use them for decoration, and think twice before using them to illustrate. They may distract, not enhance. Follow the usual rule: Use nothing extraneous.

4. Charts and graphs for numerical data.
If your thesis includes substantial data, you’ll need to think about the best ways to present it—ways that are accurate, clear to your readers, and well integrated into your paper. For small data sets, say ten or twelve numbers, tables are usually the best solution. But for larger data sets, tables have serious drawbacks. It’s hard for readers to absorb a dense array of numbers, hard to discern the key features and major trends. You’ll do better using well-designed charts or graphs. Charts is the more general term, referring to any display of information, whether it’s a pie chart or an organizational chart. Graphs are simply charts that display quantitative information on axes, such as the x- and y-axes on graph paper.

To be remembered:
- The one that’s best for your presentation depends on the kind of analysis you are conducting.
- You need to cite the source, and you need to introduce these visual elements in the text, just as you would a long quotation.
- Whenever you use graphs, maps, tables, photographs, or any visual materials, cite the original sources, just as you do for other kinds of information.
- Give credit where credit is due, whether it’s for words, ideas, drawings, or other work.Giving that credit is simple: list the source immediately below the image. For example:
Source: Philip J. Haythornthwaite, The World War One Source Book (London: Arms and Armour Press, 1993).
- If you have modified an existing visual image, say that, too. For example:
Source: Philip J. Haythornthwaite, The World War One Source Book (London: Arms and Armour Press, 1993), 41, casualty figures added.

I hope today's posting will be useful for all of us. Amien.

Senin, 15 Juli 2013

Ragam Tugas Akademik dalam Bentuk Tulisan

Ragam Tugas Akademik dalam Bentuk Tulisan
 
Written by Ari Julianto


Selama masa pendidikan di perguruan tinggi, para mahasiswa dihadapkan dengan sejumlah tugas akademik dalam bentuk tulisan. Beragam tugas akademik ini tidak semua diterapkan, namun setidaknya para mahasiswa memahami perbedaan beagam jenis tugas akademik dalam bentuk tulisan. 

Menurut Salam Burhanuddin.dalam Cara Belajar yang Sukses di Perguruan Tinggi menyatakan bahwa sejumlah tugas akademik yang dihadapi mahasiswa di Perguruan tinggi dapat dibedakan antara lain:

1. Makalah (Inggris: Paper)
Pembahasannya difokuskan pada masalah tertentu yang biasanya berhubungan dengan suatu mata kuliah atau bidang spesialisasi tertentu.

2. Laporan (Inggris: Report)
Isinya terpusat pada hasil studi tentang sesuatu yaitu studi lapangan atau studi tentang suatu buku.

3. Tugas Akhir (Inggris: Terminal paper)
Semacam karya akademis yang pembahasannya didasarkan kepada studi kepustakaan. Biasanya disusun ketika akan mengakhiri suatu program tertentu seperti diploma atau dapat juga sebagai pengganti skripsi.

4. Kertas Kerja (Inggris: Work Paper)
Kertas kerja adalah karya tulis ilmiah yang bersifat lebih mendalam daripada makalah dengan menyajikan data di lapangan atau kepustakaan yang bersifat empiris dan objektif. Kertas kerja pada prinsipnya sama dengan makalah. Kertas kerja dibuat dengan analisis lebih dalam dan tajam. Kertas kerja ditulis untuk dipresentasikan pada seminar atau lokakarya yang biasanya dihadiri oleh ilmuwan. Pada ‘perhelatan ilmiah’ tersebut kertas kerja dijadikan acuan untuk tujuan tertentu. Bisa jadi, kertas kerja ‘dimentahkan’ karena lemah, baik dari susut analisis rasional, empiris, ketepatan masalah, analisis, kesimpulan, atau kemanfaatannya.

5. Karya Akademik
yaitu suatu karya ilmiah yang membahas suatu masalah yang berdasarkan dari suatu hasil penelitian. Biasanya disusun sebagai salah satu syarat untuk mengikuti ujian sarjana muda atau sarjana. Karya akademik di Perguruan Tinggi dibedakan dalam 3 tingkatan, yaitu :

a. Karya akademik untuk S-1 disebut Skripsi.
Skripsi adalah karya tulis ilmiah akhir seorang mahasiswa dalam menyelesaikan program S-1. Skripsi tersebut adalah bukti emampuan akademik mahasiswa yang bersangkutan dalam penelitian yang berhubungan dengan masalah pendidikan sesuai dengan bidang studinya.

b. Karya akademik untuk S-2 disebut Tesis (Inggris: Thesis).
Tesis adalah karya ilmiah resmi akhir seorang mahasiswa dalam menyelesaikan program studi S-2. Tesis tersebut merupkan bukti kemampuan yang bersangkutan dalam penelitian pengembangan ilmu pada salah satu disiplin ilmu.

c. Karya akademik untuk S-3 disebut Disertasi (Inggris: Dissertation).
Disertasi adalah karya tulis ilmiah resmi akhir seorang mahasiswa dalam menyelesaikan program S-3 Disertasi tersebut merupakan bukti kemampuan yang bersangkutan dalam penelitian yang berhubungan dengan penemuan baru dalam salah satu disiplin ilmu.

Selain dari tugas-tugas akademik di atas, sebagai seorang guru atau calon guru, perlu juga mengetahui beberapa karya tulis keguruan lainnya seperti artikel ilmiah, diktat, modul ataupun karya terjemahan.

Melalui karya tulis inilah, guru atau calon guru dapat mengembangkan profesinya. Dimanfaatkan atau tidak pilihan tersebut akan sangat tergantung dari berbagai faktor seperti kemampuan, kemauan (motivasi), dan kesempatan. 

Semoga pembahasan kita kali ini bermanfaat. Amin.

Minggu, 14 Juli 2013

Skripsi or Thesis Length

Skripsi or Thesis Length

      Written by Ari Julianto


One of the readers in this blog who sent me an email asked me about the length of a skripsi or thesis. How many pages should the skripsi or thesis be?

Standards vary widely, and the most important advice is to check with your department about the rules. Sometimes the department published a writing thesis guide for students where you can find the rules for the length of a skripsi or thesis.

But if you do not find the rule for the length of a skripsi or thesis, ask your thesis adviser about his preferences.Do that early and keep it in the back of your mind, but don’t think much about it until you are well into drafting the paper. Until  then, you should simply aim to write a thesis that is about as long as a good journal article in your field.

Not all fields have the same descriptions length. Articles—and theses—tend to be longer in fields such as history and anthropology, which require a fair amount of description alongside the analysis.

Articles are shorter in fields like economics that rely on mathematical models and quantitative analysis. Fields like political science and sociology lie somewhere in the middle. In international relations, for example, most journals ask for articles than run about fourteen thousand words, including footnotes, which is between fifty and sixty pages (assuming 250 words/page). That is a common range for senior theses in international relations, as well.

How about department of Teacher's Training and Education (FKIP)? Ideally, the length of the skripsi or thesis is over sixty pages in single page (Not including Reference and Appendices). Some other departement include Reference and Appendices as part of the skripsi or thesis.

As the conclusion I can draw that a skripsi or thesis is generally as long as a good article in your field. Still, you must check on your department’s requirements and ask your thesis adviser about his preferences. For FKIP skripsi or thesis ideally is sixty pages (not including Reference and Appendices).

I hope today's posting will be useful for all of us. Amien.