Jumat, 27 September 2013

Jual Kumpulan Skripsi Sastra Inggris

Segera dapatkan di jual kumpulan skripsi sastra inggris dalam dvd jual kumpulan skripsi sastra inggris ini berupa skripsi telah jadi yang sangat lengkap. Kami jual murah bahkan termurah di Indonesia, serta terpercaya tentunya. Kami www.koleksi-skripsi.com menawarkan banyak sekali contoh skripsi yang dapat teman-teman gunakan sebagai referensi penyusunan skripsi yang akan teman-teman lakukan dalam waktu dekat atau untuk disimpan sebagai panduan menulis skripsi dengan benar. Klik gambar dvd disamping atau kunjungi www.koleksi-skripsi.com untuk info lengkapnya. Contoh kumpulan skripsi ini  dikemas dalam dvd lengkap dari pendahuluan sampai bab penutup dan daftar pustaka, sangat baik untuk panduan dan referensi penyusunan skripsi. Kumpulan skripsi ini tentunya pasti akan memberikan inspirasi dan gambaran, yang akan sangat membantu proses penyusunan skripsi yang sedang akan dilakukan. Dengan memiliki banyak contoh skripsi akan memberikan gambaran bagaimana proses dan penyusunan serta judul-judul skripsi yang akan diajukan kepada dosen pembimbing nantinya. Tersedia juga banyak contoh skripsi berbagai jurusan yang komplit per jurusan dengan jumlah koleksi ribuan skripsi dalam format microsoft word dan pdf, lengkap untuk berbagai jurusan. Juga ditambahkan bonus yang sangat menarik setiap pembelian, software dan ebook mahal gratis untuk setiap pembelian.

Mungkin teman-teman semua pada mikirin skripsi yang gak kunjung selesai karena susahnya menyusun skripsi. Susahnya mendapat judul yang tepat untuk menyusun skripsi, Judul yang kita inginkan pun belum pasti diterima oleh dosen pembimbing. Betapa susahnya menyusun skripsi karena saya sendiri pernah mengalaminya. Judul yang kita telah tentukan sekalipun diterima, namun ada kendala di referensi yang harus kita cari kesana kemari. Oleh sebab itu kami ingin menawarkan sesuatu yang mungkin dapat sangat membantu teman-teman semua, dalam menyusun skripsi.

Bagi teman-teman yang membutuhkan contoh skripsi (sudah jadi) yang saya sebut sebagai contoh skripsi berbagai jurusan ini, maka tidak perlu khawatir karena dalam paket skripsi yang bisa tema-teman dapatkan beragam skripsi dengan berbagai aliran penulisan bisa teman-teman dapatkan dan sesuai dengan jurusan.

Disini kami menyediakan paket contoh skripsi dengan berbagai judul untuk satu jurusan. Silahkan langsung kontak dan lakukan pemesanan pada kami, untuk mengetahui ketersediaan paket contoh skripsi per jurusan ini, Segera langsung saja lakukan pemesanan dengan menghubungi kami.

Sekilas tentang skripsi, skripsi adalah istilah yang digunakan di Indonesia untuk mengilustrasikan suatu karya tulis ilmiah berupa paparan tulisan hasil penelitian sarjana S1 yang membahas suatu permasalahan/fenomena dalam bidang ilmu tertentu dengan menggunakan kaidah-kaidah yang berlaku.

Skripsi bertujuan agar mahasiswa mampu menyusun dan menulis suatu karya ilmiah, sesuai dengan bidang ilmunya. Mahasiswa yang mampu menulis skripsi dianggap mampu memadukan pengetahuan dan keterampilannya dalam memahami, menganalisis, menggambarkan, dan menjelaskan masalah yang berhubungan dengan bidang keilmuan yang diambilnya. Skripsi merupakan persyaratan untuk mendapatkan status sarjana (S1) di setiap Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang ada di Indonesia.

Istilah skripsi sebagai tugas akhir sarjana hanya digunakan di Indonesia. Negara lain, seperti Australia menggunakan istilah thesis untuk penyebutan tugas akhir dengan riset untuk jenjang undergraduate (S1), postgraduate (S2), Ph.D. dengan riset (S3) dan disertation untuk tugas riset dengan ukuran yang kecil baik undergraduate (S1) ataupun postgraduate (pascasarjana). Sedangkan di Indonesia skripsi untuk jenjang S1, tesis untuk jenjang S2, dan disertasi untuk jenjang S3.

Dalam penulisan skripsi, mahasiswa dibimbing oleh satu atau dua orang pembimbing yang berstatus dosen pada perguruan tinggi tempat mahasiswa kuliah. Untuk penulisan skripsi yang dibimbing oleh dua orang, dikenal istilah Pembimbing I dan Pembimbing II. Biasanya, Pembimbing I memiliki peranan yang lebih dominan bila dibanding dengan Pembimbing II.

Proses penyusunan skripsi berbeda-beda antara satu kampus dengan yang lain. Namun umumnya, proses penyusunan skripsi adalah sebagai berikut:

1. Pengajuan judul skripsi
2. Pengajuan proposal skripsi
3. Seminar proposal skripsi
4. Penelitian

Setelah penulisan dianggap siap dan selesai, mahasiswa mempresentasikan hasil karya ilmiahnya tersebut pada Dosen Penguji (sidang tugas akhir). Mahasiswa yang hasil ujian skripsinya diterima dengan revisi, melakukan proses revisi sesuai dengan masukan Dosen Penguji.

Terdapat juga proses penyusunan skripsi yang cukup ringkas sebagai berikut:

1. Pengajuan judul skripsi/meminta topik skripsi dari dosen
2. Penelitian dan bimbingan skripsi
3. Seminar
4. Sidang
5. Revisi

Karakteristik skripsi, merupakan karya ilmiah sehingga harus dihasilkan melalui metode ilmiah. Merupakan laporan tertulis dari hasil penelitian pada salah satu aspek kehidupan masyarakat atau organisasi (untuk ilmu sosial). Hasil penelitian ini dikaji dengan merujuk pada suatu fenomena, teori, atau hasil-hasil penelitian yang relevan yang pernah dilaksanakan sebelumnya. 

Berdasarkan pengalaman pada waktu dulu menyusun skripsi, hal yang menyebabkan skripsi tidak kunjung selesai adalah kurangnya bahan referensi. Untuk mencari referensi biasanya harus mengunjungi perpustakaan bukan? Masalah terbesarnya adalah di perpustakaan mungkin kita tidak bisa meminjam dalam jumlah yang banyak dan dalam waktu lama, belum lagi kita harus mengetik ulang, makan waktu lagi bukan? 

Apa lagi kalau seperti saya ini, ngetiknya 11 jari, hanya menggunakan telunjuk kiri dan telunjuk kanan. Mungkin kita bisa cari bahan gratis di internet, namun sayangnya, walaupun gratis, terkadang bahan yang kita download di internet kurang lengkap dan terkadang kurang sesuai. Berita baiknya kami telah mengumpulkan banyak referensi contoh skripsi dari berbagai jurusan yang dijual dengan harga murah buruan segera dapatkan.

Kamis, 26 September 2013

Differences between Master’s and Doctoral Theses

                            Differences between Master’s 
                                   and Doctoral Theses

Written by Brian Paltridge and Sue Starfiel in Thesis and Dissertation Writing in a Second Language, A handbook for supervisors. 2007. Routledge. New York.pp.55-56.


An important point for students to consider before they write their research proposal is the degree they are writing it for, and what that degree requires of them. A number of writers have discussed differences in expectations between master’s and doctoral theses, and their characterizing features (e.g. Madsen 1992; Elphinstone and Schweitzer 1998; Tinkler and Jackson 2000).

It is important for students to understand these differences at the outset of their research project, as this will impact on the focus and scale of the project they plan to undertake, and, in turn, the research proposal they  write.As Madsen (1992) points out, generally a doctoral thesis has greater breadth, depth and intention than a master’s thesis.

Below is a summary of the distinction he makes between a master’s dissertation and a doctoral thesis.

A master’s dissertation demonstrates:
● an original investigation or the testing of ideas;
● competence in independent work or experimentation;
● an understanding of appropriate techniques as well as their limitations;
● an expert knowledge of the published literature on the topic under investigation;
● evidence of the ability to make critical use of published work and source materials;
● an appreciation of the relationship between the research topic and the wider field of knowledge;
● the ability to present the work at an appropriate level of literary quality.

A doctoral thesis demonstrates:
● all of the above, plus:
● a distinct contribution to knowledge, as shown by the topic under investigation, the methodology employed, the discovery of new facts, or interpretation of the findings.

In scope, the doctoral thesis differs from a master’s research degree by its deeper, more comprehensive treatment of the subject under investigation (Elphinstone and Schweitzer 1998).

A doctoral thesis is also required to demonstrate authority in the area of research. That is, the student is expected to have an expert and up-to-date knowledge of the area of study and research that is relevant to their particular topic.

The thesis also needs to be written in succinct, clear, error-free English. At the doctoral level, examiners are often asked whether the thesis contains material that is in some way worthy of publication. The issue of a ‘distinct contribution to knowledge’ is an important consideration at the doctoral level.

In short, has the writer carried out a piece of work that demonstrates that a research apprenticeship is complete and that the student ‘should be admitted to the community of scholars in the discipline?’

A study carried out by Tinkler and Jackson (2000) in Great Britain found that while there was a large amount of agreement among the  criteria used by universities for defining doctoral theses, the actual examination of the thesis was often conceptualized, and carried out, in rather different ways. It is therefore important for students to be aware of the criteria their university will use for assessing their thesis.

Rabu, 25 September 2013

Teori Ilmiah

                                         Teori Ilmiah

        Written by Ari Julianto


Umumnya sebuah teori mengandung dugaan, spekulasi, anggapan, proposisi, hipotesa, penjelasan, model dan sebagainya. Asal kata Teori dari Bahasa Yunani theorein yang berarti mengamati, mempertimbangkan dan kata bendanya theoría berarti pemerhatian, pengamatan atau observasi.

1. Pengertian Teori

Dalam beberapa kamus, kata teori didefinisikan sebagai berikut:
- Tim redaksi (2008: 1684) 1. Pendapat yg didasarkan pada penelitian dan penemuan, didukung oleh data dan argumentasi; 2. penyelidikan eksperimental yg mampu menghasilkan fakta berdasarkan ilmu pasti, logika, metodologi, argumentasi;  3. Asas dan hukum umum yg menjadi dasar suatu kesenian atau ilmu pengetahuan; 4. pendapat, cara, dan aturan untuk melakukan sesuatu.

- Editorial Team (7389) teori adalah (1) a. pengetahuan yang terorganisir sistematis dalam beragam keadaan luas khususnya sistem asumsi, prinsip yang diterima serta prosedur peraturanyang dipakai untuk menganalisa, memprediksi atau menjelaskan hakikat sebuah fenomena tertentub. (2) Alasan abstrak, spekulasi. (3) suatu keyakinan yang membimbing tindakan atau bantuan untuk memhamai atau menilai sesuatu.(4)suatu asumsi yang didasarkan pada informasi atau pengetahuan terbatas.

2. Unsur-unsur Teori
Di dalam sebuah teori terdapat unsur-unsur yang mengikutinya.
(1) Konsep (Concept)
Sebuah ide yang diekspresikan dengan simbol atau kata. Konsep merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan secara abstrak suatu objek. Melalui konsep diharapkan akan dapat menyederhanakan pemikiran melalui sebuah istilah. Konsep merupakan ide abstrak yang digunakan untuk mengklasifikasi objek-objek yang biasanya dinyatakan dalam suatu istilah kemudian dituangkan dalam contoh dan bukan contoh, sehingga seseorang dapat mengerti konsep dengan jelas. Dengan konsep maka seseorang dapat menggolongkan dunia sekitarnya menggunakan konsep itu.

Konsep itu sendiri dapat digolongkan menjadi tiga bentuk:
a. Ilata
Konsep yang masih sangat umum dan memiliki makna yang sangat luas, misalnya "Sekolah Tinggi"

b. Abstrakta
Konsep yang memiliki makna yang lebih sempit bila dibandingkan dengan ilata "Sekolah Tinggi", misalnya “Ilmu Manajemen dan Informatika”.

c. Konkreta
Konsep yang memiliki makna lebih spesifik bila dibandingkan dengan yang lainnya, misalnya adalah "Jurusan Administrasi" dari Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen dan Informatika.

(2) Ruang Lingkup (Scope)
Sebuah konsep ada yang bersifat abstrak dan yang bersifat kongkret. Teori dengan konsep-konsep yang abstrak dapat diaplikasikan terhadap fenomena sosial yang lebih luas, dibanding dengan teori yang memiliki konsep-konsep yang kongkret.

(3) Keterkaitan (Relationship)
Bagaimana konsep-konsep saling berhubungan dengan menyatakan sebab-akibat atau proposisi. Proposisi adalah sebuah pernyataan teoritis yang memperincikan hubungan antara dua atau lebih variable, memberitahu kita bagaimana variasi dalam satu konsep dipertangggung jawabkan oleh variasi dalam konsep yang lain.

2. Klasifikasi Teori Berdasarkan Dimensi
Menurut Bordens dan Abbott(2008), teori dapat diklasifikasikan menjadi tiga dimensi, antara lain:
(1) Aspek kuantitatif dan kualitatif
(2) Tingkat Deskripsi, dan
(3) Ruang Lingkup atau Domain

3. Pengertian Teori Ilmiah

a. Menurut Ary, et al (2000), teori ilmiah adalah suatu himpunan pengertian (contruct atau concept) yang saling berkaitan, batasan, serta proposisi yang menyajikan pandangan sistematis tentang gejala-gejala dengan jalan menetapkan hubungan yang ada di antara variable-variabel, dan dengan tujuan untuk menjelaskan serta meramalkan gejala-gejala tersebut.
b. Teori ilmiah adalah sebuah set proposisi yang terdiri dari konsep-konsep yang telah didefinisikan secara jelas.
c. Teori ilmiah adalah penjelasan mengenai hubungan antar konsep atau variabel.
d. Teori ilmiah adalah penjelasan mengenai fenomena-fenomena dengan cara menspesifikasikan hubungan antar variabel.

4. Kegunaan Teori Ilmiah dalam Penelitian
a. Sebagai acuan dalam pengkajian suatu masalah.
b. Sebagai dasar dalam merumuskan kerangka teoritis penelitian.
c. Sebagai dasar dalam merumuskan hipotesis.
d. Sebagai informasi untuk menetapkan cara pengujian hipotesis.
e. Untuk mendapatkan informasi historis dan perspektif permasalahan yang akan diteliti.
f. Memperkaya ide-ide baru.
g. Untuk mengetahui siapa saja peneliti lain dan pengguna di bidang yang sama.

5. Hubungan teori ilmiah dengan fakta
a. Fakta memprakarsai teori ilmiah.
b. Fakta memformulasikan kembali teori-teori ilmiah.
c. Fakta dapat dijadikan dasar untuk menolak teori ilmiah.
d. Fakta memperjelas teori ilmiah.


Referensi
Ary, Jacobs, dan Razavieh. 2000. Pengantar Penelitian dalam Pendidikan. (Alih Bahasa : Arief Furchan).Surabaya : Usaha Nasional.
Bordens, Kenneth S. and Bruce B. Abbott. 2008. Research Design and Methods A Process Approach. New York:McGraw-Hill.
Editorial Team. 1992. The American Heritage Dictionary of The English Language. Third Edition. Boston: Houghton Miffin.
Tim Redaksi. 2008. Kamus Bahasa Indonesia.Jakarta: Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional

Semoga pembahasan kali ini bermanfaat bagi kita semua. Amien.

Selasa, 24 September 2013

Using Theory in Research

Using Theory in Research

Written by Kenneth S. Bordens and Bruce B. Abbott in Research Design and Methods, A Process Approach. New York. McGraw-Hill, pp. 32-47.
 


1. Definition
A theory is a partially verifi ed statement of a scientific relationship that cannot be directly observed. If the theory is stated formally, this statement consists of a set of interrelated propositions (and corollaries to those propositions) that attempt to specify the relationship between a variable (or set of variables) and some behavior. Not all scientific theories are expressed this way, but most could be.

2. Theory Versus Hypothesis
Students often confuse theory with hypothesis, and even professionals sometimes use these terms interchangeably. However, as usually defi ned, theories are more complex than hypotheses.

3. Theory Versus Law
A theory that has been substantially verifi ed is sometimes called a law. However, most laws do not derive from theories in this way. Laws are usually empirically verifi ed, quantitative relationships between two or more variables and thus are not normally subject to the disconfirmation that theories are.

4. Theory Versus Model
Like theory, the term model can refer to a range of concepts. In some cases, it is simply used as a synonym for theory. However, in most cases model refers to a specific implementation of a more general theoretical view.

5. Classifying Theories

Theories can be classified along several dimensions. Three important ones are
(1) quantitative or qualitative aspect,
(2) level of description, and
(3) scope (or domain) of the theory.

In light of these distinctions, we’ve organized our discussion by posing three questions that you can ask about any theory:
(1) Is the theory quantitative or qualitative?
(2) At what level of description does the theory operate?
(3) What is the theory’s domain?

6. Roles of Theory in Science
Theories have several roles to play in science. These roles include providing an understanding of the phenomena for which they account, providing a basis for prediction, and guiding the direction of research.
(1) Understanding
At the highest level, theories represent a particular way to understand the phenomena with which they deal. To the degree that a theory models an underlying reality, this understanding can be deep and powerful.

(2) Prediction

Even when theories do not provide a fundamental insight into the mechanisms of a behaving system (as descriptive theories do not), they at least can provide a way to predict the behavior of the system under different values of its controlling variables.

(3) Organizing and Interpreting Research Results

A theory can provide a sound framework for organizing and interpreting research results. For example, the results of an experiment designed to test Piaget’s theory will be organized within the existing structure of confi rmatory and disconfirmatory results. This organization is preferable to having a loose conglomeration of results on a topic.

(4) Generating Research
Finally, theories are valuable because they often provide ideas for new research. This is known as the heuristic value of a theory. The heuristic value of a theory is often independent of its validity. A theory can have heuristic value even when it is not supported by subsequent empirical research.

7. Characteristics of A Good Theory
In the history of psychology, many theories have been advanced to explain behavioral phenomena. Some of these theories have stood the test of time, whereas others have fallen by the wayside. Whether or not a theory endures depends on several factors, including the following.
(1) Ability to Account for Data
To be of any value, a theory must account for most of the existing data within its domain. Note that the amount of data is “most” rather than “all” because at least some of the data may in fact be unreliable. A theory can be excused for failing to account for erroneous data.

(2) Explanatory Relevance
A theory also must meet the criterion of explanatory relevance. That is, the explanation for a phenomenon provided by a theory must offer good grounds for believing that the phenomenon would occur under the specified conditions.

(3) Testability
A theory is testable if it is capable of failing some empirical test. That is, the theory specifi es outcomes under particular conditions, and if these outcomes do not occur, then the theory is rejected.

(4) Prediction of Novel Events
A good theory should predict new phenomena. Within its domain, a good theory should predict phenomena beyond those for which the theory was originally designed. Strictly speaking, such predicted phenomena do not have to be new in the sense of not yet observed. Rather, they must be new in the sense that they were not taken into account in the formulation of the theory.

(5) Parsimony
a theory should account for phenomena within its domain in the simplest terms possible and with the fewest assumptions. If there are two competing theories concerning a behavior, the one that explains the behavior in the simplest terms is preferred under the law of parsimony.

Senin, 23 September 2013

Jual Kumpulan Skripsi Bahasa Inggris

Buruan nih jual kumpulan skripsi bahasa inggris dalam dvd jual kumpulan skripsi bahasa inggris ini berupa skripsi telah jadi yang sangat lengkap. Kami jual murah bahkan termurah di Indonesia, serta terpercaya tentunya. Kami www.koleksi-skripsi.com menawarkan banyak sekali contoh skripsi yang dapat teman-teman gunakan sebagai referensi penyusunan skripsi yang akan teman-teman lakukan dalam waktu dekat atau untuk disimpan sebagai panduan menulis skripsi dengan benar. Klik gambar dvd disamping atau kunjungi www.koleksi-skripsi.com untuk info lengkapnya. Contoh kumpulan skripsi ini  dikemas dalam dvd lengkap dari pendahuluan sampai bab penutup dan daftar pustaka, sangat baik untuk panduan dan referensi penyusunan skripsi. Kumpulan skripsi ini tentunya pasti akan memberikan inspirasi dan gambaran, yang akan sangat membantu proses penyusunan skripsi yang sedang akan dilakukan. Dengan memiliki banyak contoh skripsi akan memberikan gambaran bagaimana proses dan penyusunan serta judul-judul skripsi yang akan diajukan kepada dosen pembimbing nantinya. Tersedia juga banyak contoh skripsi berbagai jurusan yang komplit per jurusan dengan jumlah koleksi ribuan skripsi dalam format microsoft word dan pdf, lengkap untuk berbagai jurusan. Juga ditambahkan bonus yang sangat menarik setiap pembelian, software dan ebook mahal gratis untuk setiap pembelian.

Mungkin teman-teman semua pada mikirin skripsi yang gak kunjung selesai karena susahnya menyusun skripsi. Susahnya mendapat judul yang tepat untuk menyusun skripsi, Judul yang kita inginkan pun belum pasti diterima oleh dosen pembimbing. Betapa susahnya menyusun skripsi karena saya sendiri pernah mengalaminya. Judul yang kita telah tentukan sekalipun diterima, namun ada kendala di referensi yang harus kita cari kesana kemari. Oleh sebab itu kami ingin menawarkan sesuatu yang mungkin dapat sangat membantu teman-teman semua, dalam menyusun skripsi.

Bagi teman-teman yang membutuhkan contoh skripsi (sudah jadi) yang saya sebut sebagai contoh skripsi berbagai jurusan ini, maka tidak perlu khawatir karena dalam paket skripsi yang bisa tema-teman dapatkan beragam skripsi dengan berbagai aliran penulisan bisa teman-teman dapatkan dan sesuai dengan jurusan.

Disini kami menyediakan paket contoh skripsi dengan berbagai judul untuk satu jurusan. Silahkan langsung kontak dan lakukan pemesanan pada kami, untuk mengetahui ketersediaan paket contoh skripsi per jurusan ini, Segera langsung saja lakukan pemesanan dengan menghubungi kami.

Sekilas tentang skripsi, skripsi adalah istilah yang digunakan di Indonesia untuk mengilustrasikan suatu karya tulis ilmiah berupa paparan tulisan hasil penelitian sarjana S1 yang membahas suatu permasalahan/fenomena dalam bidang ilmu tertentu dengan menggunakan kaidah-kaidah yang berlaku.

Skripsi bertujuan agar mahasiswa mampu menyusun dan menulis suatu karya ilmiah, sesuai dengan bidang ilmunya. Mahasiswa yang mampu menulis skripsi dianggap mampu memadukan pengetahuan dan keterampilannya dalam memahami, menganalisis, menggambarkan, dan menjelaskan masalah yang berhubungan dengan bidang keilmuan yang diambilnya. Skripsi merupakan persyaratan untuk mendapatkan status sarjana (S1) di setiap Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang ada di Indonesia.

Istilah skripsi sebagai tugas akhir sarjana hanya digunakan di Indonesia. Negara lain, seperti Australia menggunakan istilah thesis untuk penyebutan tugas akhir dengan riset untuk jenjang undergraduate (S1), postgraduate (S2), Ph.D. dengan riset (S3) dan disertation untuk tugas riset dengan ukuran yang kecil baik undergraduate (S1) ataupun postgraduate (pascasarjana). Sedangkan di Indonesia skripsi untuk jenjang S1, tesis untuk jenjang S2, dan disertasi untuk jenjang S3.

Dalam penulisan skripsi, mahasiswa dibimbing oleh satu atau dua orang pembimbing yang berstatus dosen pada perguruan tinggi tempat mahasiswa kuliah. Untuk penulisan skripsi yang dibimbing oleh dua orang, dikenal istilah Pembimbing I dan Pembimbing II. Biasanya, Pembimbing I memiliki peranan yang lebih dominan bila dibanding dengan Pembimbing II.

Proses penyusunan skripsi berbeda-beda antara satu kampus dengan yang lain. Namun umumnya, proses penyusunan skripsi adalah sebagai berikut:

1. Pengajuan judul skripsi
2. Pengajuan proposal skripsi
3. Seminar proposal skripsi
4. Penelitian

Setelah penulisan dianggap siap dan selesai, mahasiswa mempresentasikan hasil karya ilmiahnya tersebut pada Dosen Penguji (sidang tugas akhir). Mahasiswa yang hasil ujian skripsinya diterima dengan revisi, melakukan proses revisi sesuai dengan masukan Dosen Penguji.

Terdapat juga proses penyusunan skripsi yang cukup ringkas sebagai berikut:

1. Pengajuan judul skripsi/meminta topik skripsi dari dosen
2. Penelitian dan bimbingan skripsi
3. Seminar
4. Sidang
5. Revisi

Karakteristik skripsi, merupakan karya ilmiah sehingga harus dihasilkan melalui metode ilmiah. Merupakan laporan tertulis dari hasil penelitian pada salah satu aspek kehidupan masyarakat atau organisasi (untuk ilmu sosial). Hasil penelitian ini dikaji dengan merujuk pada suatu fenomena, teori, atau hasil-hasil penelitian yang relevan yang pernah dilaksanakan sebelumnya. 

Berdasarkan pengalaman pada waktu dulu menyusun skripsi, hal yang menyebabkan skripsi tidak kunjung selesai adalah kurangnya bahan referensi. Untuk mencari referensi biasanya harus mengunjungi perpustakaan bukan? Masalah terbesarnya adalah di perpustakaan mungkin kita tidak bisa meminjam dalam jumlah yang banyak dan dalam waktu lama, belum lagi kita harus mengetik ulang, makan waktu lagi bukan? 

Apa lagi kalau seperti saya ini, ngetiknya 11 jari, hanya menggunakan telunjuk kiri dan telunjuk kanan. Mungkin kita bisa cari bahan gratis di internet, namun sayangnya, walaupun gratis, terkadang bahan yang kita download di internet kurang lengkap dan terkadang kurang sesuai. Berita baiknya kami telah mengumpulkan banyak referensi contoh skripsi dari berbagai jurusan yang dijual dengan harga murah buruan segera dapatkan.